Khofifah Salurkan Bantuan Rp307 Juta untuk Warga Terdampak Kekeringan di Ngawi

0

Ringkasan Berita:

  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan senilai Rp307.115.065 untuk penanganan kekeringan di Dusun Gagan, Kabupaten Ngawi.
  • Bantuan meliputi distribusi 225 rit air bersih, 420 jeriken berkapasitas 15 liter, 25 tandon air berkapasitas 1.200 liter, dan 200 terpal.
  • Pemprov Jatim merencanakan peninjauan jaringan air bersih sepanjang dua kilometer sebagai solusi jangka panjang bagi warga.
  • Khofifah juga menyoroti penanganan karhutla dan menyampaikan duka atas meninggalnya lima relawan dalam insiden kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

Ngawi (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih dan sarana penanganan kekeringan senilai Rp307,1 juta kepada warga Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Rabu (21/10/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Berdasarkan papan penyerahan bantuan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan paket bantuan senilai Rp307.115.065. Bantuan tersebut mencakup distribusi air bersih sebanyak 225 rit, 420 jeriken berkapasitas 15 liter, 25 tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 terpal untuk membantu penampungan air warga.

Khofifah mengatakan, krisis air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Dari 25 kabupaten yang membutuhkan distribusi air bersih, sebanyak 24 daerah telah menetapkan status kedaruratan melalui surat keputusan kepala daerah.

Menurut Khofifah, perkiraan perubahan pola hujan membuat upaya mitigasi perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. Pemerintah tidak hanya perlu memastikan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyiapkan langkah antisipasi jika kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

“Ada 25 kabupaten yang membutuhkan dropping air. Dari 25 itu ada 24 yang mengeluarkan SK kedaruratan. Jadi memang El Nino kali ini lebih panjang. Dulu diprediksi September itu puncak kemarau. Jadi harapan kita tentu prediksi BMKG Oktober itu sudah mulai turun hujan. Nah, 2 hari lalu BMKG update kemungkinan turun hujan baru Desember sampai Februari 2027. Jadi tahun ini dan tahun depan itu hanya 3 bulan turun hujan. Oleh karena itu mitigasi harus dilakukan secara lebih komprehensif,” kata Gubernur Khofifah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut dalam jangka panjang, Pemprov Jatim bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi merencanakan pemanfaatan sumber air terdekat. Tim Dinas Sumber Daya Air (SDA) ditugaskan melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kemungkinan penyambungan jaringan air bersih sepanjang dua kilometer.

Peninjauan tersebut diperlukan untuk memastikan jalur jaringan dapat dibangun tanpa mengganggu pasokan air bagi desa yang menjadi sumbernya. Jika memungkinkan, pipanisasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Dusun Gagan dan wilayah sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap distribusi air menggunakan kendaraan dapat dikurangi.

Selain rencana pipanisasi, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila terdeteksi potensi awan hujan yang memenuhi persyaratan pelaksanaan. Pemerintah juga menerbitkan surat edaran mengenai imbauan pelaksanaan salat istisqa secara luas dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan Islam, pesantren, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di tengah penanganan kekeringan, Pemprov Jatim juga memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khofifah menyampaikan bahwa jumlah titik panas atau hotspot di Jawa Timur dilaporkan turun dari lebih dari 600 titik menjadi 92 titik.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya lima relawan karhutla yang bertugas di kawasan Gunung Bromo. Ia mengatakan keselamatan personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran harus menjadi prioritas.

“Kita juga terbuka atas wafatnya lima relawan dari karhutla yang terjadi di Bromo. Semula empat kemarin pagi yang dirawat di Sutomo juga terkonfirmasi wafat. Sekarang kita masih ada satu yang dirawat di Sutomo. Doakan mudah-mudahan yang wafat dipanggil dalam keadaan husnul khotimah. Amin. Dan yang sekarang dirawat mudah-mudahan Allah segera memberikan kesembuhan. Amin. Jadi intinya penyelamatan, keamanan dari tim relawan karhutla ini harus diprioritaskan,” tuturnya.

Dampak kekeringan dirasakan langsung oleh warga Dusun Gagan. Rusmini, salah seorang warga setempat, mengatakan sumur-sumur di lingkungannya mulai mengering sejak April. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Keringan bulan April. Sumurnya kering sudah enggak ada air. Setiap tahun terjadi seperti ini, enggak ada sumber air selain ini. Sumur enggak terlalu dalam dangkal paling kayak tandon air hujan gitu loh sumur-sumur sini tuh. Kalau sudah enggak ada hujan ya kering. Solusinya nyari ke kali, ke sungai bikin kayak sumur tapi dangkal-dangkal gitu di sungai,” ungkap Rusmini.

Menurut Rusmini, air bantuan yang diterima warga biasanya habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam waktu sekitar dua hari. Kondisi itu membuat pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak selama kemarau berlangsung.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemprov Jatim berkomitmen melanjutkan distribusi air bersih secara rutin ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Sementara itu, peninjauan teknis oleh Dinas SDA diharapkan dapat membuka peluang pembangunan jaringan air bersih sebagai solusi jangka panjang bagi warga Dusun Gagan dan sekitarnya. [fiq/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.