Inovasi Roti Sayur Berbasis Bahan Lokal: FTAB Universitas Brawijaya Dampingi UMKM Malabar Food Kota Batu
Ringkasan Beriga
* Tim Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) mendampingi UMKM Malabar Food di Kota Batu dalam Program Dosen Berkarya periode Juni–Desember 2026 untuk mengoptimalkan mutu produksi dan menguji formulasi roti berbasis bahan lokal seperti bayam dan wortel.
* Selain inovasi produk kaya nutrisi, pendampingan ini mencakup penyusunan SOP berbasis Good Manufacturing Practices (GMP) serta digitalisasi pencatatan produksi guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan meningkatkan daya saing UMKM.
———————————————————————————
Batu (beritajatim com) — Kualitas roti yang sempurna tidak hanya bergantung pada resep dasar, tetapi juga pada presisi formulasi, pencampuran, fermentasi, hingga pemanggangan. Tantangan ini menjadi semakin menarik ketika bahan pangan lokal seperti bayam dan wortel diintegrasikan ke dalam adonan roti untuk menghadirkan nilai tambah dan keunikan produk.
Guna menjawab tantangan tersebut, tim akademisi dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) mendampingi UMKM Malabar Food di Kota Batu melalui Program Dosen Berkarya yang berlangsung sejak Juni hingga Desember 2026. Program ini diketuai oleh Dr. Nur Kusmiyati, S.Si., M.Si., dengan anggota Endrika Widyastuti, S.Pt., M.Sc., M.P., Ph.D.
Pendampingan diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi, fasilitas peralatan, serta sistem pengendalian mutu di Malabar Food. Tim FTAB UB kemudian menyusun strategi optimalisasi produksi dan pengembangan varian roti baru berbasis bayam dan wortel. Penggunaan wortel kaya akan β-karoten (provitamin A), sedangkan bayam menyumbang mikronutrien serta pigmen alami yang memperkaya gizi dan penampilan roti.
Namun, penambahan sayuran ke dalam adonan memerlukan penyesuaian formulasi secara ilmiah. Jaringan gluten dan aktivitas ragi harus tetap dijaga agar adonan mampu menahan gas dan mengembang sempurna tanpa merusak tekstur, warna, maupun cita rasa. Selain formulasi, tim FTAB UB turut menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) secara komprehensif—mulai dari penimbangan hingga pengemasan—serta memperkuat penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), higiene, dan digitalisasi pencatatan produksi.
Langkah strategis ini juga menjadi bentuk nyata akselerasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
“Program Dosen Berkarya menjadi kesempatan untuk membawa pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi lebih dekat dengan kebutuhan UMKM. Pemanfaatan bahan lokal seperti bayam dan wortel juga membuka peluang bagi mitra untuk mengembangkan produk yang memiliki ciri khas dan nilai tambah,” ujar Dr. Nur Kusmiyati, S.Si., M.Si., ketua tim pengabdian FTAB UB.
Melalui kolaborasi antara potensi bahan lokal, kepakaran akademis, dan pengalaman pelaku usaha, UMKM Malabar Food berpeluang besar memperluas pasar dengan menghadirkan ragam produk roti bernutrisi, berkualitas konsisten, dan berdaya saing tinggi.[rea]
Link informasi : Sumber