Penasihat Khusus Kemenag Dorong Penerapan Tasawuf Hadapi Era VUCA di Kampus
Surabaya (beritajatim.com) – Penasihat Khusus Kementerian Agama RI, Prof. Nur Syam mendorong perguruan tinggi menerapkan nilai tasawuf sebagai fondasi pendidikan untuk menghadapi ketidakpastian era digital.
Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda XV Universitas Al-Fithrah Surabaya, Sabtu (31/10/2026) lalu. Nur Syam menilai masyarakat kini terjebak dalam pusaran perubahan yang sangat cepat.
Nur Syam mengatakan kehidupan saat ini berada dalam fase VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh dengan ketidakpastian. Situasi itu memaksa kampus melahirkan lulusan dengan daya tahan mental yang tangguh.
“Kondisi ini menuntut dunia pendidikan tidak cuma mencetak lulusan yang paham teori. Kampus harus membangun mahasiswa yang bisa mengendalikan diri saat menghadapi perubahan ekstrem,” ujar Nur Syam dikutip Selasa (3/11/2026).
Untuk membentuk karakter tangguh, mahasiswa wajib menyeimbangkan empat kecerdasan secara bersamaan. Nur Syam menyebut kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual harus terasah dengan baik.
Terkait gempuran teknologi, Nur Syam mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi digital tidak bisa menggantikan proses tatap muka. Tradisi akademik tetap membutuhkan panduan langsung dari pengajar ahli.
“Belajar dari TikTok atau YouTube itu mudah, tapi tidak bisa menggantikan bimbingan terarah. Pendalaman ilmu tetap butuh tanggung jawab akademik dan sanad keilmuan yang terang,” tegas Nur Syam.
Nur Syam juga mengaitkan nilai tasawuf dengan konsep beragama berbasis cinta yang digagas oleh Menteri Agama RI. Hubungan manusia dengan Tuhan maupun sesama harus berlandaskan kasih sayang.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, Rektor Universitas Al-Fithrah, Dr. Rosidi, menyampaikan pesan tentang tanggung jawab sosial. Ia meminta para wisudawan segera membuktikan kualitas diri di masyarakat.
“Gelar yang Saudara terima hari ini bukan hanya tambahan huruf di belakang nama. Ini adalah amanah untuk memberikan manfaat nyata kepada lingkungan sekitar,” tutur Rosidi.
Sebagai komitmen menjaga kedalaman spiritual, Universitas Al-Fitrah resmi membuka program pascasarjana Studi Islam. Kampus menargetkan 20 mahasiswa bergabung pada angkatan pertama tahun akademik ini.
Wisuda transformasi kelembagaan ini turut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah daerah. Kepala BPKAD Jawa Timur, Muhammad Yasin, hadir mewakili Gubernur Jatim, didampingi oleh perwakilan Pemerintah Kota Surabaya. [ipl/kun]
Link informasi : Sumber