Mata Air Berwarna Kebiruan Muncul di Proyek Embung Bojonegoro, DLH Ambil Sampel untuk Diuji

0

Ringkasan Berita:

  • Sumber mata air berwarna kebiruan ditemukan di lokasi pembangunan Embung Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
  • Warga setempat melakukan pelestarian secara swadaya dengan menata batu dan memasang material deker untuk melindungi titik keluarnya air.
  • Air dari sumber tersebut disebut terus mengalir meski disedot menggunakan mesin diesel.
  • DLH Bojonegoro bersama sejumlah instansi mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan zat dan penyebab warna kebiruan.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kemunculan sumber mata air berwarna kebiruan di lokasi pembangunan Embung Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menarik perhatian warga. Selain memiliki warna yang tidak biasa, air dari sumber tersebut disebut terus mengalir meski disedot menggunakan mesin diesel.

Temuan itu disambut rasa syukur masyarakat setempat. Warga bahkan berinisiatif melakukan pelestarian secara swadaya dengan menata batu dan memasang material deker di sekitar titik keluarnya air agar tidak tertutup tanah.

Salah satu warga Desa Mojoranu, Sucipto, mengatakan masyarakat bersyukur dengan adanya pembangunan embung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Sebab, selama proses pengerjaan proyek justru ditemukan sumber air yang dinilai berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Pak Cip tersebut menjelaskan, warga sepakat membuat bangunan sederhana menyerupai sumur untuk melindungi titik keluarnya air.

“Jadi ini murni warga sini ingin melestarikan sumber ini dengan memasang batu dan deker, supaya mata air tidak tersumbat tanah,” ujar Sucipto.

Di lokasi, warga terlihat mengoperasikan mesin diesel untuk menyedot air dari titik sumber mata air di dalam embung. Air tersebut kemudian dialirkan ke sisi barat lokasi proyek. Setelah genangan berkurang, warga berencana melanjutkan penataan batu dan pemasangan deker.

Sucipto mengungkapkan, aliran air dari sumber tersebut tidak kunjung berhenti meski dilakukan penyedotan.

“Ini kita sedot dan dialirkan ke sana (sambil menunjuk arah barat), nggak habis-habis,” ungkapnya.

Kemunculan air berwarna kebiruan di lokasi proyek tersebut juga mendapat perhatian pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro bersama sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan pada Selasa (3/11/2026).

Tim gabungan yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari DLH, Polsek Dander, pemerintah desa, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), serta Dinas Pertanian. Selain memantau kondisi lapangan, petugas mengambil sampel air untuk selanjutnya diuji di laboratorium lingkungan.

Kepala DLH Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan pengambilan sampel tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat mengenai kondisi air di area pembangunan embung.

“Dalam peninjauan tersebut, tim gabungan memantau langsung kondisi lapangan dan mengambil sampel air dari area proyek embung,” kata Agus.

Melalui pengujian laboratorium, DLH berupaya mengidentifikasi kandungan zat dalam air sekaligus mengetahui penyebab munculnya warna kebiruan tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui kualitas air dan memastikan ada atau tidaknya indikasi pencemaran yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem maupun lahan pertanian di sekitar Desa Mojoranu.

“Hasil pengujian laboratorium nantinya diharapkan dapat menjawab rasa penasaran masyarakat mengenai fenomena tersebut. Terlebih, warga telah berinisiatif menjaga keberadaan sumber air yang ditemukan di tengah pembangunan embung,” ungkapnya. [fif/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.