Bogasari Mengajar, Latih Siswa SMK Membuat Empat Produk Olahan Terigu
Surabaya (beritajatim.com) – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pendidikan ‘Bogasari Mengajar’ melatih siswa dan guru SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Jawa Tengah, membuat empat produk olahan berbahan dasar tepung terigu.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 November 2026, ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan makanan sekaligus memperkenalkan peluang usaha di industri kuliner.
Pelatihan menghadirkan Imam Nurmansyah, baker dari Bogasari Baking Center (BBC) Semarang. Sebanyak 50 siswa yang terdiri dari 34 siswa kelas XI dan 16 siswa kelas X, serta tiga guru kuliner mengikuti kegiatan tersebut.
Empat produk yang menjadi materi praktik adalah Choux Paste, Swiss Roll, Pisang Bolen Bandung, dan Soft Cookies Monster. Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan pembekalan teori ilmiah mengenai bahan baku gandum, proses penggilingan menjadi tepung terigu, hingga penerapannya dalam berbagai produk makanan.
Program Bogasari Mengajar yang telah berjalan lebih dari 25 tahun ini menjadi kesempatan berharga bagi sekolah. Sebelumnya, sejak 2023, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali rutin melakukan kunjungan akademik ke pabrik Bogasari di Jakarta Utara. Kali ini, para siswa dan guru mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan langsung di lingkungan sekolah.
Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Suprap SPd.MPd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sekolahnya menjadi sekolah pertama di Jawa Tengah yang memperoleh kesempatan mengikuti Bogasari Mengajar secara langsung.
“Dan kami SMK Muhammadiyah 4 menjadi sekolah pertama di wilayah Jawa Tengah yang mendapatkan kesempatan berharga dari industri tepung terigu yang pertama dan terbesar di Indonesia ini,” katanya.
“Bahkan merupakan industri terigu nasional pertama yang berbagi ilmu kepada kami. Pastinya ilmu sangat berharga bagi siswa dan guru kuliner serta wajib diajarkan kepada para siswa lainnya,” ucap Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali saat pembukaan Bogasari Mengajar, hari pertama, Senin (2/11/2027).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Shirot Amin, berharap kerja sama dengan Bogasari dapat diperluas melalui kesempatan magang bagi siswa dan guru, baik di Bogasari maupun UKM mitra perusahaan.
Ia juga berharap program tersebut dapat mendukung pengembangan produksi kue kering yang telah dijalankan sekolah selama dua tahun terakhir, terutama menjelang Ramadan.
“Produksi kue kering saat Ramadan 2 tahun terakhir ini melibatkan ratusan siswa kelas X sampai XII, Karena melalui produksi ini, para siswa tidak hanya belajar pengolahan, tapi juga ilmu pemasaran karena wajib ikut melakukan penjualan. Siswa dapat insentif melalui sesuai jumlah produksi dan penjualan. Semoga melalui program guru magang di Bogasari, ilmu dan produk sekolah kami juga makin berkembang,” kata Wakepsek.
Sebelum mengikuti praktik pembuatan produk, peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik gandum, proses pengolahan menjadi tepung terigu, serta teori aplikasi tepung dalam berbagai jenis makanan. Pembekalan ini diharapkan membantu siswa memahami proses produksi secara lebih menyeluruh.
Para siswa mengaku memperoleh pengetahuan baru, mulai dari resep hingga teknik pengolahan dan berbagai tips baking yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Pelatihan juga dilengkapi evaluasi melalui sesi tanya jawab dengan hadiah menarik untuk mendorong peserta aktif dan memahami materi.
Salah satu peserta, Askia Qiraina Setyani Putri, siswa kelas XI Kuliner, mengaku senang mengikuti pelatihan karena materi disampaikan secara menarik dan mudah dipahami.
“Betul sekali. Cara pengajarannya menarik dan mudah sekali dipahami. Apalagi diajarkan teknik pound cake, sponge cake, dan chiffone cake. Pokoknya senang sekali dapat pengajaran dari Bogasari dan seru serta menyenangkan,” ucap Askia Qiraina Setyani Putri, kelas XI Kuliner SMK Muhammadiyah 4 Boyolali.
Manajer Pemasaran Bogasari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, Edward Sopaheluwakan, mengatakan program Bogasari Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang pengolahan makanan berbasis terigu.
Menurut pria yang akrab disapa Edo tersebut, pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai peluang karier maupun kewirausahaan setelah lulus sekolah.
“Kalaupun mereka lulus SMK mau melanjutkan kuliah, tapi setidaknya lebih siap dan lebih yakin dalam melanjutkan jurusan tata boga di bangku mahasiswa. Bogasari berkomitmen tidak hanya tumbuh dalam industri makanan, tapi juga tumbuh bersama dengan dunia pendidikan,” ucap pria yang akrab disapa Edo ini.
Selain menyelenggarakan Bogasari Mengajar, perusahaan juga berupaya memperluas edukasi kepada masyarakat Jawa Tengah untuk mendukung pertumbuhan UKM makanan berbasis terigu. Salah satu upayanya dilakukan melalui pengaktifan kembali Bogasari Baking Center (BBC) Semarang yang sempat berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19.
BBC Semarang kembali membuka kelas pelatihan sejak 9 September 2026 dengan kapasitas hingga 20 peserta. Pelatihan tersebut terbuka untuk umum, mulai dari pelaku UKM, ibu rumah tangga, siswa SD hingga SMA/SMK, serta mahasiswa yang ingin memperdalam keterampilan pengolahan makanan.

“Kelas pelatihan ini terbuka untuk umum, tidak hanya UKM, ibu-ibu, tapi juga para siswa SD sampai SMA/SMK. Bahkan untuk kalangan mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu, karena para baker Bogasari sudah mengajar lebih dari 20 tahun dan melahirkan alumnus yang sukses membuka usaha maupun meningkatkan usahanya,” ucap Edo dalam siaran persnya.
Melalui Bogasari Mengajar dan pengembangan BBC Semarang, Bogasari berharap dapat memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan. Program ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan keterampilan generasi muda, membuka peluang kewirausahaan, serta mendukung pertumbuhan industri makanan berbasis terigu. [suf]
Link informasi : Sumber