Putra Sang Fajar FC Resmi Berkandang di Blitar, Ini Makna, Filosofi, dan Gerakan Nyatanya
Blitar (beritajatim.com) – Klub sepakbola profesional Putra Sang Fajar FC Resmi Berkandang di Blitar untuk mengarungi kerasnya Liga 3 Nasional. Mengusung semangat Sang Proklamator yakni Ir. Soekarno, klub sepakbola ni pun membawa misi besar untuk membangun fondasi masa depan Timnas Indonesia.
Lahir pada tanggal 6 Juni 2026, Putra Sang Fajar FC merupakan manifestasi kelanjutan dari turnamen Soekarno Cup yang sukses diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut, dengan edisi terbarunya dihelat di Jawa Timur. Berdasarkan hasil evaluasi dari ajang tersebut, para penggagas mendirikan klub ini dengan membawa semangat serta inspirasi langsung dari Bapak Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno
“Putra Sang Fajar berdiri tanggal 6 Juni tahun 2026, membawa semangat atau inspirasi dari bapak proklamator Bung Karno,” ungkap Direktur Putra Sang Fajar FC, Ronny Berty Talapessy pada Kamis (5/11/2026).
Filosofi mendalam tersebut tercermin kuat pada identitas visual klub. Logo Putra Sang Fajar FC mengabadikan simbol pintu makam Bung Karno, agar seluruh elemen klub selalu mengenang jasa-jasa besar beliau serta senantiasa meneladani nilai-nilai perjuangannya. Melalui simbol ini, manajemen berupaya menanamkan semangat gotong royong, nasionalisme, dan persatuan ala Bung Karno ke dalam atmosfer lapangan hijau.
“Putra Sang Fajar Football Club ingin berkontribusi membangun masa depan sepak bola Indonesia,” tegasnya.
Demi mengarungi ketatnya kompetisi, Putra Sang Fajar FC mempercayakan kemudi organisasi kepada jajaran manajemen yang profesional dan berpengalaman. Ronny Berty Talapessy didapuk sebagai Direktur, didukung oleh Agus Sugeng Riyanto sebagai Pelatih Kepala (Head Coach).
Agus Sugeng Riyanto sendiri bukanlah sosok yang sembarang. Pria kelahiran Purbalingga ini diketahui telah memiliki lisensi AFC Pro Diploma.
Agus juga telah melange lintang di persepakbolaan Indonesia. Ia pernah menangani Bhayangkara FC di Liga 1 dan Persekat Tegal di Liga 2.
“Target kami tentu bisa lolos ke Championship (liga 2),” tandasnya.
Untuk mengarungi kerasnya Liga 3, Putra Sang Fajar FC menerapkan strategi kombinasi kekuatan antara talenta-talenta muda berbakat dan pemain senior, termasuk sejumlah pemain asli yang berasal dari Blitar.
“Untuk pemain ada pemain muda dan ada pemain senior yang sarat pengalaman,” tandasnya.
Tidak hanya berfokus pada prestasi di atas lapangan, Putra Sang Fajar FC juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Blitar. Klub menggelar coaching clinic yang diikuti oleh 350 anak dari Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Blitar Raya serta menyerahkan bantuan perlengkapan berupa 175 buah bola sepak untuk 35 SSB di wilayah tersebut.
Kepedulian klub ini juga merambah pada isu lingkungan hidup dalam peluncuran jersey terbarunya, mereka menggandeng komunitas Jaga Hutan dan mengajak para pencinta sepak bola usia di bawah 12 tahun untuk peduli terhadap lingkungan melalui simbol penanaman pohon.
“Dan perlu diketahui bahwa nanti hasil penjualan Jersey Klub akan kita donasikan untuk menjaga hutan bersama Jagahutan.id,” pungkasnya.
Dengan langkah awal yang mantap ini, Putra Sang Fajar FC siap berkontribusi nyata, menjaga kelestarian alam, dan menjelma menjadi kebanggaan baru dalam peta persepakbolaan nasional yang berasal dari Bumi Bung Karno. [owi/aje]
Link informasi : Sumber