Konsumsi BBM dan LPG di Madiun Raya Diprediksi Naik Selama Nataru, Pertamina Siap Antisipasi
Madiun (beritajatim.com) – Menyambut Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Pertamina Patra Niaga memproyeksikan peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Madiun Raya. Konsumsi LPG diperkirakan naik 7 persen dibandingkan rata-rata harian normal sebesar 106,57 metrik ton per hari.
Sementara itu, konsumsi BBM cair diprediksi meningkat 15 persen dari rata-rata harian 511,93 kiloliter per hari. Kenaikan juga terlihat pada bahan bakar diesel (gasoil) yang diperkirakan naik 12 persen dari rata-rata harian 523,66 kiloliter per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG di wilayah Madiun Raya, meliputi Kota/Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, hingga Ngawi. Stok bahan bakar ini ditingkatkan hingga 20 persen selama periode libur akhir tahun.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, menjelaskan bahwa stok BBM dan LPG telah tersedia di Terminal BBM Madiun serta seluruh lembaga penyalur di wilayah tersebut. “Kami menjamin tidak akan ada kelangkaan selama Nataru. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan kami sudah ditingkatkan,” ujarnya saat konferensi pers virtual pada Jumat (20/12/2024).
Untuk memastikan kelancaran distribusi dan pelayanan kepada masyarakat, Pertamina juga memperkuat layanan Pertamina Siaga. Penambahan fasilitas meliputi:
- Pertamina Delivery Service (PDS) 135: Satu unit tambahan.
- SPBU Siaga Non-Tol: Sebanyak 18 SPBU beroperasi 24 jam.
- Mobile Storage: Satu unit tambahan untuk menjaga ketersediaan stok.
- Dispenser BBM Portable (Modular): Enam unit ditempatkan di KM 597 A dan B.
Selain itu, Ahad juga menegaskan kesiapan 32 agen LPG di Madiun Raya untuk melayani lonjakan permintaan masyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat menikmati momen libur Natal dan Tahun Baru tanpa khawatir akan ketersediaan BBM dan LPG,” tambahnya.
Dengan langkah antisipasi ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat selama momen puncak libur akhir tahun. Strategi ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan energi tetap aman dan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang. [fiq/beq]
Link informasi : Sumber