Pelaku Casting Palsu Modus Beri Uang Rp750 Ribu kepada Para Korban

0

Surabaya (beritajatim.com) – Dua pelaku casting palsu memberikan para korban uang sebesar Rp500 ribu sampai Rp750 ribu untuk sekali pemotretan. Diketahui, Polda Jawa Timur menetapkan 2 pelaku berinisial S dan N warga Gresik atas kasus penyebaran video syur dengan modus casting palsu.

“Kedua tersangka memberikan uang Rp500 ribu sampai Rp750 ribu untuk sekali casting. Itu hanya modus,” kata Kasubdit II Dit Siber Polda Jawa Timur, AKBP Charles P Tampubolon, Senin (23/12/2024).

Charles menjelaskan, kedua pelaku S dan N saling memiliki peran untuk melakukan aksi kejahatannya. N berperan untuk melakukan perekrutan kepada para talent. Sedangkan S bertugas melakukan perekaman saat casting.

“Tersangka juga menjanjikan kepada talent untuk menjadi artis dan model dalam iklan makanan ringan,” tutur Charles.

Namun, para korban tidak pernah diberi kabar selanjutnya terkait dengan hasil casting. Sejumlah korban baru mengetahui, ketika melihat videonya sudah tersebar di media sosial.

“Dari hasil keterangan korban, para korban mengetahui dari rekan-rekannya. Sampai saat ini ada 8 laporan. Padahal ada 200 lebih korban,” tutup Charles.

Diketahui sebelumnya, Korban Casting Palsu di Surabaya berjumlah lebih dari 200 orang. Kebanyakan, para korban adalah supermodel dan artis.

Dua pelaku berinisial S dan N warga Gresik menjebak para korbannya dengan alasan casting untuk iklan makanan ringan dan permen lolipop sejak tahun 2015. Mereka mengelabui korbannya dengan undangan casting.

Saat tiba di lokasi casting tepatnya di sebuah apartemen di Surabaya, para korban diminta untuk berganti pakaian. Kedua pelaku yang sudah memasang kamera tersembunyi di kamar ganti akhirnya mendapatkan rekaman video perempuan bugil. Oleh kedua pelaku, video itu dijual lewat berbagai media sosial.

“Kedua pelaku sudah punya ratusan video bugil dari para korban. Total korban lebih dari 200 orang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, Jumat (20/12/2024).

Dirmanto menjelaskan, para pelaku membuat promosi dengan menjanjikan para korban menjadi artis, model dan profesi lainnya yang berhubungan dengan dunia entertain.

“Para pelaku sudah berniat dengan memasang instalasi kamera di kamar ganti,” tutur Dirmanto. (ang/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.