Dandim 0809/Kediri Pantau Progres Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Wujudkan Nawacita Presiden Prabowo
Jatimpedia.co| Kediri, 6 Februari 2026 – Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri,Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., melakukan monitoring langsung terhadap progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di beberapa lokasi di Kabupaten Kediri pada Jumat (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung Program Strategis Nasional yang digulirkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa.
Kunjungan Dandim Dhavid Nur Hadiansyah dimulai sejak pagi hari, dengan memeriksa beberapa titik KDMP yang sedang dalam tahap konstruksi dan pengembangan operasional. Beberapa desa yang menjadi sasaran monitoring Desa Janti kec Wates, kabupaten Kediri dan beberapa desa di kecamatan Wates , Desa Rejomulyo Kec. kras.. Karangtalun Kec. kras, Desa Peh kulon Kec. papar, Desa pranggang Kec .Plosoklaten, Desa Ngadiluwih kec.ngadiluwih, Desa wonorejo Ngadiluwih. Di lokasi-lokasi tersebut, tampak progres pembangunan yang signifikan. Beberapa KDMP sudah mencapai target sesuai jadwal, dengan bangunan fisik seperti kantor koperasi, gudang penyimpanan, dan fasilitas pendukung usaha yang hampir rampung.

Hal ini sejalan dengan Nawacita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pemberdayaan desa melalui koperasi sebagai instrumen utama untuk mengakomodir kebutuhan ekonomi masyarakat pedesaan.Program KDMP sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat yang diluncurkan sejak akhir 2025, sebagai wujud komitmen Kabinet Merah Putih untuk membangun ekonomi kerakyatan. Koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai entitas usaha biasa, melainkan sebagai pusat pemberdayaan desa yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga UMKM lokal. Melalui KDMP, diharapkan setiap desa dapat memiliki koperasi mandiri yang mampu menyerap produk lokal, menyediakan akses modal murah, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Di Kabupaten Kediri, yang dikenal sebagai sentra pertanian dengan produksi padi, tebu, dan hortikultura melimpah, program ini dianggap sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan petani.Dalam pernyataannya kepada awak media usai monitoring, Dandim Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan komitmen Kodim 0809/Kediri dalam mengawal program ini. “Kami akan terus mengawal dan mengawasi bagaimana Program Strategis Nasional ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal dan dapat bermanfaat untuk setiap desa di Kabupaten Kediri,” ujarnya singkat namun tegas. Ia menambahkan bahwa monitoring rutin seperti ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dari target, baik dari segi waktu maupun kualitas. “Beberapa KDMP sudah sesuai target pembangunan sesuai Nawacita Presiden Prabowo Subianto. Ketentuan-ketentuan di desa dapat terakomodir lewat Koperasi Desa Merah Putih ini,” tambahnya.
Latar belakang program KDMP tidak lepas dari visi Nawacita Presiden Prabowo yang menargetkan swasembada pangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Nawacita kedua, misalnya, menyoroti penguatan koperasi desa sebagai pondasi ekonomi bawah. Di tingkat nasional, program ini telah menjangkau ribuan desa, dengan alokasi anggaran dari APBN mencapai triliunan rupiah. Di Jawa Timur, provinsi dengan jumlah desa terbanyak, Kabupaten Kediri sendiri menargetkan 80 persen dari 335 desanya memiliki KDMP operasional pada akhir 2026.
Manfaat KDMP bagi masyarakat Kediri sangat nyata. Di Desa Pleman, misalnya, koperasi ini telah mulai menyerap hasil panen petani lokal seperti cabai dan tomat, yang sebelumnya sering mengalami penurunan harga akibat rantai pasok yang panjang. Petani seperti Bapak Sutrisno (50), warga desa setempat, menyambut baik kehadiran Dandim. “Dengan koperasi ini, kami bisa jual hasil panen langsung tanpa tengkulak, harga lebih stabil, dan ada pinjaman modal untuk bibit unggul,” ceritanya antusias. Sementara di Desa Mojo, KDMP berfokus pada pengolahan gula tebu, yang diharapkan bisa menambah nilai tambah bagi petani tebu di wilayah tersebut.Monitoring oleh Dandim juga mencakup aspek non-fisik, seperti pelatihan pengelolaan koperasi dan literasi keuangan bagi anggota.
Kodim 0809/Kediri bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kediri serta Bank Indonesia untuk memberikan sosialisasi. “TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun SDM desa agar koperasi ini berkelanjutan,” jelas Kapten Inf Sutejo salah satu Danramil Wates yang ikut serta dalam monitoring. Kendati progres menggembirakan, tantangan masih ada. Beberapa desa menghadapi keterlambatan akibat cuaca ekstrem atau keterbatasan tenaga ahli lokal. Dandim Dhavid menekankan bahwa Kodim siap turun tangan untuk mempercepat proses, termasuk melalui program TMMD (Teritorial Merdeka Membangun Desa) jika diperlukan. “Kami pastikan tidak ada desa tertinggal. Ini mandat presiden untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Kegiatan monitoring ini mendapat apresiasi dari masyarakat, . “Keberadaan TNI sangat membantu. Progres KDMP di wilayah kami sudah 85 persen, dan diharapkan operasional penuh bulan depan,” katanya. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyatakan akan terus sinergi dengan TNI AD untuk memperluas cakupan program.Pembangunan KDMP di Kediri menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan monitoring ketat seperti yang dilakukan Dandim 0809/Kediri, program ini diproyeksikan mampu mengurangi kemiskinan desa hingga 20 persen dalam dua tahun ke depan. Ke depan, Kodim berkomitmen melakukan evaluasi bulanan untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak positif bagi masyarakat. (red)