Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo, Empat WNA Singapura Terluka

0

Probolinggo (beritajatim.com) – Jalur wisata menuju Gunung Bromo kembali memakan korban. Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026), melibatkan empat kendaraan dan membuat suasana jalur wisata berubah mencekam.

Dua unit Toyota Hiace, satu mobil Renault, dan satu Toyota Rush terlibat tabrakan keras di dekat Hotel Manasae. Benturan paling parah menghantam mobil Renault hingga menyebabkan sejumlah penumpang terluka.

Empat warga negara asing (WNA) asal Singapura dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans dan kendaraan warga yang melintas.

Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Safiq, saat dikonfirmasi menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan melaju turun dari arah Bromo menuju bawah. Di waktu hampir bersamaan, tiga kendaraan lain tengah bergerak naik menuju kawasan wisata.

“Jadi kendaraan dari arah atas turun menuju bawah, kemudian pada saat bersamaan bertabrakan dengan tiga kendaraan yang bergerak naik. Yang paling parah benturannya terjadi pada mobil Renault,” ujarnya.

Kerasnya benturan membuat penumpang di dalam mobil Renault mengalami luka-luka. Polisi menyebut terdapat enam WNA asal Singapura dalam rombongan tersebut, namun empat orang menjadi korban luka. “Korban sementara ada empat WNA asal Singapura yang mengalami luka-luka,” tambah petugas.

Detik-detik pascakecelakaan sempat membuat arus lalu lintas di jalur wisata Bromo tersendat. Warga dan pengguna jalan yang berada di lokasi langsung berupaya membantu mengevakuasi korban dari kendaraan.

Saat ini seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di RS Ar Rozy Kota Probolinggo dan RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo. Hingga kini, Satlantas Polres Probolinggo masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan di jalur ekstrem kawasan wisata Bromo tersebut. (rap/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.