Semangat Mbah Mardijiyono Tak Surut Menuju Makkah Usai Pulih dari Sakit
RINGKASAN BERITA:
- Mbah Mardijiyono (103), jemaah tertua Kloter YIA 9, dinyatakan sehat dan siap bertolak ke Makkah setelah sempat opname 3 hari di Madinah.
- Rahasia bugar sang kakek terletak pada sikap ikhlas menerima ketetapan Tuhan, selalu bahagia, dan tidak pernah merokok.
- Selama masa pemulihan, Mbah Mardijiyono dikenal sebagai pasien kooperatif dengan nafsu makan yang sangat baik.
- Perjalanan dari Madinah ke Makkah dijadwalkan tiba pada Selasa (12/5) dini hari untuk melanjutkan umrah wajib.
Madinah (beritajatim.com) – Mbah Mardijiyono (103) membuktikan bahwa raga yang melampaui satu abad bukan menjadi penghalang bagi langkah spiritualnya untuk bersujud di depan Kakbah. Jemaah haji tertua dari kloter YIA 9 asal Yogyakarta ini dinyatakan pulih sepenuhnya dan siap menempuh perjalanan darat dari Madinah menuju Makkah pada Senin (11/5/2026), setelah sempat dirawat intensif selama tiga hari.
Langkah kaki sang kakek mungkin tak lagi secepat dulu, namun binar matanya saat mengenakan kembali pakaian ihram memancarkan energi yang menggetarkan siapa pun yang melihatnya. Sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga harus menjalani opname di rumah sakit Madinah, Mbah Mardijiyono justru menunjukkan daya tahan yang luar biasa bagi seseorang di usianya.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, bahwa vitalitas kakek ini menjadi perbincangan hangat di kalangan petugas. Selama masa perawatan, ia dikenal sebagai pasien yang sangat patuh dan kooperatif. Nafsu makannya tak surut; ia melahap bubur hangat yang disediakan tim medis dengan penuh rasa syukur.
“Makanannya enak, saya suka,” tuturnya singkat dengan logat Jawa yang kental.
Kegembiraan Mbah Mardijiyono memuncak saat ia dinyatakan sehat dan diperbolehkan kembali ke hotel sebelum pendorongan ke Makkah. “Saya sangat senang sekali, sekarang sudah sehat dan siap lanjut ke Makkah,” ungkapnya saat dijenguk oleh Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman.
Rahasia Bahagia di Usia Satu Abad
Di balik kulitnya yang keriput dimakan usia, Mbah Mardijiyono menyimpan sebuah rahasia hidup yang sangat mendalam. Ia tidak menyebutkan suplemen mahal atau diet ketat yang rumit. Baginya, kebugaran raga adalah buah dari kesehatan jiwa dan kedisiplinan masa muda.
Rahasia bugar Mbah Mardijiyono terletak pada kerelaan hati untuk menerima segala ketetapan Tuhan dengan ikhlas. Ia menanamkan prinsip untuk selalu merasa bahagia dalam kondisi sesulit apa pun. Selain itu, sebuah fakta fisik yang ia banggakan adalah keputusannya untuk tidak pernah merokok sepanjang hayatnya.
Ketulusan hati itu pula yang membawanya meraih nikmat spiritual saat di Madinah. Sebelum beranjak menuju Makkah, ia telah berhasil masuk ke Raudhah, tempat yang dianggap sebagai taman surga, untuk berdoa tepat di samping makam Rasulullah SAW. Di sana, ia tak hanya meminta untuk dirinya sendiri, melainkan melangitkan doa bagi seluruh jemaah dan petugas haji agar diberi kesehatan serta umur panjang.
Ketangguhan Mbah Mardijiyono membuat Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah, berdecak kagum. Menurutnya, pemulihan cepat sang kakek adalah bukti nyata bahwa semangat spiritual yang besar mampu memengaruhi kondisi fisik secara positif. Vitalitas yang dipancarkan kakek 103 tahun ini menjadi bahan bakar inspirasi bagi petugas untuk terus mewujudkan komitmen “Haji Ramah Lansia”.
Sesuai jadwal, Mbah Mardijiyono bersama rombongan Kloter YIA 9 bertolak dari Madinah pada Senin sore waktu setempat. Di bawah pengawalan ketat petugas kesehatan dan tim kloter, bus yang membawanya membelah jalanan gurun menuju Kota Makkah. Diperkirakan, sang ikon haji lansia ini akan tiba pada Selasa (12/5) dini hari untuk segera memulai rangkaian umrah wajib, menjemput rida di tanah suci yang telah ia impikan sepanjang hidupnya. [ian/MCH]
Link informasi : Sumber