Bayar Dam Resmi via Adahi 720 Riyal, Kemenhaj Larang Keras Jalur Calo
RINGKASAN BERITA:
- Biaya resmi dam haji 2026 ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi melalui proyek resmi Adahi.
- Petugas Adahi akan mendatangi hotel jemaah secara langsung untuk memfasilitasi transaksi dan verifikasi.
- Kemenhaj melarang keras pembayaran via calo guna menghindari penipuan dan menjamin akuntabilitas syar’i.
- Hingga hari ke-25 operasional, tercatat 158.978 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Arab Saudi.
Makkah (beritajatim.com) – Pembayaran dam haji 2026 bagi jemaah Indonesia kini dikelola secara terpusat melalui proyek resmi Adahi yang terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar guna menjamin akuntabilitas dan transparansi sesuai syariat Islam.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan biaya dam tahun ini sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) dan melarang keras jemaah menggunakan jasa calo atau pihak tidak berwenang untuk menghindari risiko penipuan serta ketidakpastian distribusi daging kurban.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, penguatan tata kelola ini menjadi krusial mengingat jemaah kini mulai terkonsentrasi di Makkah menjelang fase puncak Armuzna.
Hingga hari ke-25 operasional penyelenggaraan haji 1447 H, data terbaru mencatat sebanyak 158.978 jemaah telah tiba di Arab Saudi, dengan 151.382 di antaranya sudah memasuki Kota Makkah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemerintah memfasilitasi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram melalui lembaga resmi.
“Bagi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaannya melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi,” terang Maria Assegaff dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Untuk meningkatkan kenyamanan, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas, PPIH Arab Saudi menerapkan skema jemput layanan. Petugas dari Adahi Project akan hadir langsung ke hotel-hotel pemondokan untuk melayani transaksi pembayaran dan melakukan verifikasi data jemaah secara real-time.
“Untuk mempermudah jemaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi. Skema jemput layanan ini kami prioritaskan terutama untuk membantu jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi,” jelas Maria. Setelah transaksi tuntas, jemaah akan mendapatkan bukti pembayaran resmi yang tercatat secara digital.
Langkah ini juga diambil sebagai antisipasi terhadap kendala teknis kartu Nusuk yang sebelumnya sempat terdeteksi merah akibat data ganda. Dengan pembayaran melalui jalur resmi yang terintegrasi, identitas dan status ibadah jemaah akan lebih mudah dipantau oleh otoritas keamanan Arab Saudi.
Waspada Penipuan dan Jalur Ilegal
Kemenhaj mengeluarkan imbauan keras agar jemaah haji, termasuk jemaah asal wilayah Jawa Timur seperti Embarkasi Surabaya (SUB), tidak tergiur dengan tawaran harga dam murah dari oknum tidak dikenal. Penggunaan jasa calo tidak hanya berisiko secara finansial, tetapi juga meragukan secara syariah karena proses penyembelihan dan distribusinya tidak terawasi oleh otoritas resmi.
“Kami mengimbau seluruh jemaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi. Ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi penipuan sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah berjalan sesuai syariat,” tegas Maria.
Selain itu, di tengah suhu udara Makkah yang menyentuh angka 43 derajat Celsius dengan kelembapan rendah, jemaah diminta tidak hanya fokus pada urusan dam, tetapi juga pada kesiapan fisik menjelang wukuf di Arafah pada 26 Mei mendatang. Larangan kegiatan city tour atau wisata kota tetap diberlakukan agar jemaah dapat menyimpan energi.
“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh,” ujar Maria.
Jemaah dianjurkan rutin meminum air minimal 200 ml per jam dan segera melapor ke petugas kesehatan jika mengalami keluhan sekecil apa pun guna memastikan kondisi tetap fit hingga akhir rangkaian ibadah. [ian/MCH]
Link informasi : Sumber