Temu Alumni Pondok dan Madrasah Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang, dari Malaysia Hingga Jakarta Hadir

0

Ringkasan Berita:

  • Temu Alumni Pesantren Seblak Jombang dihadiri 250 alumni dari Indonesia dan Malaysia.
  • Peluncuran Ngaji Online bertujuan menjaga kedekatan alumni dengan pengasuh dan memanfaatkan teknologi untuk tradisi mengaji.
  • Alumni diharapkan mengamalkan ilmu, menjaga nama baik almamater, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Jombang (beritajatim.com) – Sedikitnya 250 peserta menghadiri Temu Alumni Pondok dan Madrasah Khoiriyah Hasyim Seblak Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Jumat (15/5/2026). Tidak hanya alumni dari Jawa Timur yang hadir, tetapi juga dari Jakarta, Jawa Tengah, bahkan satu keluarga dari Malaysia.

Hj Mimin Mintarsih yang tinggal di Kuala Lumpur datang bersama keluarganya. “Saya alumni Pesantren Seblak sejak kelas 5 madrasah ibtidaiyah (MI) di tahun 1982,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Malaysia ini mengungkapkan setelah lulus MI Seblak, dia melanjutkan ke MTs dan MA Seblak. “Saya 14 tahun menimba ilmu di Pesantren Seblak ini, karena setelah lulus Aliyah Seblak saya lanjut ke S-1 di Universitas Hasyim Asyari Tebuireng,” imbuhnya.

Perempuan berkacamata ini juga menceritakan, setelah akad nikah, ia tetap mondok selama tiga tahun di Pesantren Seblak. “Satu-satunya lokasi mondok saya ya di Seblak,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua panitia Hj Aisyah Lilia Agustini menjelaskan, temu alumni kali ini juga menjadi ajang berbagi cerita alumni sukses. “Ada Profesor Nurul Hanani yang berbagi kiat suksesnya menjadi alumni pesantren hingga berhasil menjadi guru besar di UIN Syaikh Wasil Kediri,” ujarnya.

Acara temu alumni juga dirangkai dengan peluncuran Ngaji Online. Ini digelar agar para alumni tetap dekat dengan pengasuh. Begitu juga sebaliknya, pengasuh tetap dekat para alumni yang tetap merasa menjadi santri.

Ngaji Online, menurut Hj Aisyah, menunjukkan alumni santri tidak gagap teknologi. “Tapi justru menggunakan kecanggihan teknologi untuk mentradisikan mengaji,” tandasnya.

Hj Nuryati Murtadho, ketua Majelis Alumni Seblak (MAS) Pusat, menambahkan Ngaji Online akan dimulai pada Juni 2026, dengan kitab yang akan ditentukan oleh ibu pengasuh. Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan mengaji bagi pembentukan karakter mulia dan kepedulian sosial.

“Tidak heran di MAS ada program kakak asuh yang membantu dukungan pendidikan kepada 50 beasiswa kepada murid MI, MTs dan MA di sini,” ujarnya.

Ia berharap para santri dan alumni terus menjaga nama baik almamater dengan mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat sekitar.

Prof Nurul Hanani menegaskan alumni pesantren tidak boleh dipandang sebelah mata. “Di sini guru-guru ikhlas menyampaikan ilmunya kepada para murid,” ujarnya. Dirinya mengakui kesuksesan yang diraih adalah buah dari mengamalkan ilmu dari para gurunya. “Terutama mendoakan orang tua dan ke atas,” pungkasnya. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.