Desainer Jatim Tampil di Indonesia Modest Fashion Week Melbourne 2026
Ringkasan Berita:
- FPPI Jawa Timur ikut tampil dalam Indonesia Modest Fashion Week Melbourne 2026.
- Desainer Jatim membawa koleksi berbahan batik dan tenun Nusantara.
- Ajang fashion tersebut digelar di Canberra, Sydney, hingga Melbourne.
- Kegiatan diharapkan membuka peluang pasar internasional bagi fashion Indonesia.
Surabaya (beritajatim.com) – Atase Perdagangan Indonesia di Australia bersama Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria menggelar Indonesia Modest Fashion Week in Melbourne 2026 pada 16-26 Mei 2026.
Dalam ajang tersebut, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Jawa Timur turut ambil bagian dengan membawa karya modest fashion berbasis wastra Nusantara ke panggung internasional.
Bendahara Umum DPP FPPI, Yuli Andriyani, mengatakan pihaknya saat ini mendampingi FPPI Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan fashion week tersebut di Australia.
“Dari FPPI Jatim diwakili oleh desainer Ibu Era (Era Krisna) dan Ibu Shanti (Rasyida Alam). Kedua desainer dari Jatim tersebut mempersembahkan koleksi-koleksi dengan penggunaan kain Nusantara seperti batik hingga tenun,” kata Yuli melalui sambungan telepon dari Australia kepada media, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Yuli, para desainer sengaja membawa koleksi berbasis wastra Nusantara untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia melalui panggung mode modern internasional.
Ajang Indonesia Modest Fashion Week in Melbourne 2026 resmi dimulai Sabtu (16/5/2026) dan dibuka oleh Siswo Pramono di Canberra, Australia.
Acara berlangsung di kediaman Duta Besar Indonesia untuk Australia selama dua hari pada 16-17 Mei 2026 sebelum berlanjut ke Sydney dan Kantor Konsulat Jenderal Indonesia di Australia pada 18-20 Mei 2026.
“Kemudian, untuk Minggu (17/5/2026) besok di Sydney dan selama dua hari (18-20 Mei) di Kantor Konjen Indonesia untuk Australia. Baru kemudian, pada 20 Mei puncaknya di Melbourne,” jelasnya.
Selain Jawa Timur, sejumlah daerah lain juga menampilkan karya modest fashion dalam ajang tersebut, di antaranya desainer dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
FPPI Jawa Timur berharap keterlibatan desainer daerah dalam event internasional ini dapat membuka peluang pasar global bagi industri fashion nasional, khususnya dari Jawa Timur.
“Dengan acara tersebut, FPPI Jatim berharap bisa menginspirasi industri fashion tanah air, khususnya Jatim agar bisa lebih go internasional,” tuturnya.
Menurut Yuli, konsep kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis hingga transaksi langsung dengan pembeli internasional.
“Ini mirip seperti misi dagang, di mana ada kerja sama, dan langsung jual beli. Model-modelnya diaspora dan karya fashion bisa langsung dibeli,” pungkasnya. [tok/beq]
Link informasi : Sumber