Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair Bersahaja 2026 di Madiun
Madiun (beritajatim.com) – Ribuan pencari kerja memadati Pendopo Ronggo Djoemeno Caruban dalam gelaran Job Fair Bersahaja 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Madiun.
Kegiatan bursa kerja yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan 48 perusahaan dengan ribuan lowongan pekerjaan dari berbagai sektor industri.
Sejak pagi hari, para pelamar tampak antre di sejumlah stan perusahaan untuk mencari informasi hingga menyerahkan berkas lamaran kerja. Mayoritas peserta mengenakan pakaian putih hitam sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia penyelenggara.
Salah satu pencari kerja, Zulfa Sausan, lulusan tahun 2023 asal Madiun, mengaku datang untuk mencari pekerjaan di bidang operator produksi. Ia berharap kegiatan job fair tersebut dapat membawanya kembali ke dunia kerja setelah sebelumnya sempat memiliki pengalaman bekerja.
“Saya melamar di bagian operator produksi. Harapannya semoga bisa diterima kerja,” ujar Zulfa, Selasa (19/5/2026)
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pelaksanaan job fair menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Madiun dalam memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Perusahaan yang hadir tidak hanya dari Madiun, tapi juga dari luar daerah seperti Pasuruan dan Kalimantan. Kebutuhan tenaga kerjanya juga cukup banyak,” katanya.

Menurut Hari, sejumlah perusahaan peserta bahkan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai ratusan hingga ribuan posisi.
Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Hingga Selasa pagi, jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 4.500 orang.
“Antusias masyarakat cukup tinggi. Harapannya kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pencari kerja,” tambahnya.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 dari Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Madiun tercatat turun menjadi 3,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,32 persen.
Jumlah pengangguran juga mengalami penurunan dari 19.285 orang pada 2024 menjadi 14.710 orang pada 2025 atau berkurang sebanyak 4.575 orang.
Pemerintah Kabupaten Madiun menilai penurunan angka pengangguran tersebut dipengaruhi berbagai program ketenagakerjaan yang rutin dijalankan, termasuk pelatihan kerja dan penyelenggaraan bursa kerja seperti Job Fair Bersahaja 2026. (ted)
Link informasi : Sumber