Percepat Panen, MKSO Kebun Dhoho Kediri Gunakan Teknologi Grab Loader
Ringkasan Berita:
- MKSO Kebun Dhoho Kediri mengadopsi teknik semi-manual dalam proses tebang angkut tebu untuk meningkatkan efisiensi operasional selama musim panen.
- Penggunaan mesin grab loader menjadi andalan untuk mempercepat pemuatan tebu ke truk, dengan kapasitas angkut mencapai 200-300 ton per hari per unit.
- Satu unit grab loader mampu menyelesaikan area tebang seluas 50-80 hektar, mendukung target kapasitas tebang harian hingga 1.900 ton.
- Hasil panen tebu dikirim ke sejumlah pabrik gula mitra, dengan PG Ngadiredjo menjadi tujuan utama pengiriman saat ini karena telah memulai musim giling.
Kediri (beritajatim.com) – MKSO Kebun Dhoho Kediri menerapkan strategi operasional berbasis teknologi semi-manual untuk menjamin kelancaran serta mempercepat durasi proses tebang angkut tebu di lahan. Metode ini memadukan tenaga manusia untuk tahap penebangan di lahan, sementara proses pemuatan hasil tebang ke atas armada truk dilakukan secara mekanis menggunakan mesin grab loader.
General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, menegaskan bahwa penggunaan alat berat tersebut merupakan langkah taktis agar alur logistik tebu tetap terjaga konsistensinya. Menurutnya, fungsi utama grab loader adalah mengambil tumpukan tebu yang telah ditebang dari lahan untuk kemudian dimuat langsung ke bak truk pengangkut. “Kapasitas satu unit grab loader ini mampu mengangkat 200-300 ton/hari atau setara 15-20 truk,” tegasnya.
Secara teknis, satu unit grab loader memiliki kapabilitas untuk menyelesaikan proses tebang dan angkut pada luasan lahan antara 50 hingga 80 hektar per harinya. Guna memastikan seluruh target produksi dapat tercapai tepat waktu, pihak manajemen telah mengoperasikan beberapa unit grab loader secara serentak di lapangan. “Dan MKSO Kebun Dhoho kami pastikan mampu menebang 1.900 ton per hari,” tandas Juni.
Di sisi lain, Asisten Manajer Kebun Dhoho I, Oktarany, menambahkan bahwa aktivitas tebang tebu akan terus digenjot selama periode musim panen berlangsung. Seluruh hasil tebang yang telah terkumpul segera didistribusikan ke sejumlah pabrik gula mitra yang berada di wilayah sekitar, meliputi PG Ngadiredjo, PG Pesantren Baru, PG Meritjan, dan PG Lestari. “Saat ini yang sudah melaksanakan giling PG Ngadiredjo, maka hasil panen sementara kami kirim ke PG Ngadiredjo,” pungkasnya. [nm/kun]
Link informasi : Sumber