Layanan Bus Shalawat Berhenti Sementara Mulai 5 Dzulhijjah, Jemaah Haji Diimbau Ibadah di Hotel
RINGKASAN BERITA:
- Operasional umum armada Bus Shalawat di Makkah akan dihentikan sementara mulai Jumat, 5 Dzulhijjah atau 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS.
- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji mengimbau jemaah memfokuskan aktivitas ibadah di musala hotel guna menghemat stamina fisik.
- Sebanyak 30 unit bus khusus disiagakan di Terminal Syib Amir untuk melayani umrah wajib jemaah kloter akhir atau sapu jagat.
- Seluruh rute armada Bus Shalawat dipastikan kembali beroperasi normal pasca-Armuzna pada 14 Dzulhijjah 1447 H pukul 01.00 WAS.
Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara resmi mengumumkan penghentian sementara operasional seluruh armada moda transportasi Bus Shalawat mulai Jumat, 5 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 22 Mei 2026 pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kebijakan penataan lalu lintas makro ini diambil guna melakukan sterilisasi jalur darat sekaligus mengalihkan fokus armada untuk persiapan pendorongan massal jemaah menuju fase puncak Armuzna.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pengumuman moratorium transportasi dalam kota ini dirilis untuk memberikan kepastian jadwal yang terukur bagi jemaah.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa mengingat momentum penghentian bertepatan dengan hari Jumat saat kepadatan jalanan Kota Makkah melonjak drastis, jemaah diimbau keras menahan diri. Jemaah diminta tidak memaksakan fisik menembus perimeter luar menuju Masjidil Haram dan disarankan memaksimalkan pemondokan hotel.
“Pada kesempatan ini bidang transportasi PPIH Arab Saudi ingin menyampaikan pengumuman yang sangat penting bahwa layanan bus salawat tahun ini akan berhenti sementara operasionalnya menjelang Armuzna, yaitu pada tanggal 5 Zulhijah atau bertepatan dengan tanggal 22 Mei pukul 18.00 atau jam 6 sore,” urai Syarif Rahman saat memberikan keterangan resmi kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk beraktivitas ibadah di musala hotel masing-masing atau masjid terdekat dengan hotel. Jadi sebaiknya jemaah untuk tidak memaksakan diri salat di Masjidil Haram, tapi lebih banyak salat di masjid atau musala hotel masing-masing,” tambahnya.
Syarif Rahman meminta jemaah yang masuk dalam rombongan kloter akhir atau kloter “sapu jagat” yang mendarat mepet dengan penutupan jalur untuk tidak panik maupun risau. PPIH Arab Saudi telah mengunci dispensasi tasrih dari Naqabah (Otoritas Transportasi Arab Saudi) untuk tetap mengoperasikan sekitar 30 unit armada bus khusus penjemputan umrah wajib.
Posko pergerakan bus khusus ini mencakup penyediaan kendaraan tipe city bus normal dan armada bus ramah lansia berlantai rendah yang akomodatif bagi pengguna kursi roda. Operasional penjemputan terpusat jemaah kloter akhir ini akan dikonsentrasikan di Terminal Syib Amir, atau menyesuaikan dinamika dua terminal utama lainnya seperti terminal Jiad/Misfalah dan Jarwal/Jabal Ka’bah.
“Kemungkinan tanggal 22 itu masih ada kloter akhir yang akan tiba di Kota Makkah, sehingga seluruh jemaah supaya tidak risau. Kami siapkan mereka terutama untuk yang umrah wajib,” tegas Syarif memastikan asas pelayanan positif negara tetap merata tanpa diskriminasi.
Jadwal Pengaktifan Kembali Pasca-Armuzna
Bagi jemaah yang hendak merencanakan rangkaian ibadah rukun lanjutan setelah mabit, Syarif menjelaskan bahwa Bus Shalawat akan otomatis dihidupkan kembali secara normal pada tanggal 14 Dzulhijjah 1447 H mulai pukul 01.00 dini hari WAS. Pemulihan jalur point-to-point ini diprioritaskan penuh bagi jemaah gelombang pertama yang mengejar jadwal kepulangan perdana ke tanah air.
“Dengan adanya kepastian jadwal ini, jemaah diharapkan tidak nekat berjalan kaki atau menggunakan taksi konvensional yang tarifnya bisa melonjak tinggi akibat kepadatan,” imbaunya. [ian/MCH]
Link informasi : Sumber