Datangi Syib Amir, Menhaj Irfan Yusuf Sapa dan Semangati Jemaah Lansia Pengguna Kursi Roda

0

RINGKASAN BERITA:

  • Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf meninjau Terminal Syib Amir dan menemui langsung para jemaah lansia pengguna kursi roda.
  • Menhaj memastikan sirkulasi evakuasi jemaah risti ke bus berjalan aman di tengah rekayasa lalu lintas Makkah.
  • Dialog hangat terjadi antara Menhaj dengan para sesepuh berusia 80 tahun yang mengapresiasi kesigapan petugas.
  • PPIH Arab Saudi memperketat pengawalan ramah lansia menjelang pendorongan massal ke Armuzna pada 25 Mei 2026.

Makkah (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menemui langsung puluhan jemaah haji lanjut usia (lansia) pengguna kursi roda yang sedang mengantre di area transit Terminal Syib Amir, Makkah.

Pertemuan humanis ini dilakukan guna memastikan hak-hak pelayanan jemaah risiko tinggi (risti) tetap terpenuhi secara optimal, aman, dan nyaman di tengah padatnya arus mobilisasi menjelang puncak haji.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, aksi turun lapangan dari pucuk pimpinan Amirul Hajj ini berlangsung secara spontan di tengah pelaksanaan peninjauan sirkulasi moda transportasi, Kamis (21/5/2026).

Kehadiran fisik Menhaj yang mengontrol langsung barisan kursi roda jemaah sukses menghapus kecemasan pihak keluarga di tanah air karena membuktikan komitmen total negara dalam memuliakan 203 ribu jemaah reguler yang kini tengah menunggu puncak haji.

Gus Irfan—sapaan akrab Menhaj—langsung menghampiri, menjabat tangan, dan membungkuk takzim untuk menyapa para sesepuh yang duduk di atas kursi roda mereka.

Di tengah riuhnya Terminal Syib Amir, Menhaj memantau dengan cermat bagaimana para petugas haji dari sektor perlindungan jemaah (Linjam) dengan sigap memapah dan memindahkan para jemaah tersebut ke dalam kabin Bus Shalawat.

“Saya menemukan petugas-petugas yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan semangat jamaah yang diimbangi petugas yang sigap, para sesepuh yang rata-rata berusia 80 tahun ini bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ungkap Irfan Yusuf dengan nada terharu usai menyaksikan proses evakuasi jemaah kursi roda ke dalam bus.

Di sela-sela inspeksinya, Gus Irfan sempat terlibat dalam obrolan santai dan penuh tawa bersama beberapa jemaah lansia pengguna kursi roda, salah satunya rombongan asal Kalimantan.

Kendati faktor usia membuat komunikasi sesekali berjalan kurang sinkron, antusiasme dan kebahagiaan para orang tua ini memuncak saat mengetahui bahwa sosok yang menyapa mereka adalah menteri penanggung jawab haji Indonesia.

“Tanya usia, asal. Kadang-kadang agak kurang nyambung tapi alhamdulillah mereka tetap semangat. Nggih,” seloroh Gus Irfan menceritakan pengalamannya berdialog dengan para jemaah sepuh.

Saat ditanyakan mengenai kendala atau hambatan selama beribadah menggunakan kursi roda, jemaah secara terbuka melayangkan pujian tingkat tinggi kepada performa responsif para petugas haji di lapangan.

“Kesan… kalau ditanyakan susah mereka tidak menjawab. Tapi saya tadi ketemu beberapa jemaah dari Kalimantan dan dari beberapa daerah, mereka sangat apresiasi terhadap petugas-petugas kita dan pelayanan kita. Terima kasih itu,” urai Menhaj.

Keberhasilan penataan jemaah pengguna kursi roda di Terminal Syib Amir ini menjadi modal evaluasi krusial bagi Kemenhaj RI di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Gus Irfan menegaskan, seluruh masukan lapangan akan langsung digodok melalui skema perbaikan berbasis data operasional harian guna mengunci kesiapan sarana prasarana penunjang ramah disabilitas.

“Tentu tiap kali kita akan selalu mengevaluasi. Di mana kelebihan kita, di mana kekurangan kita. Kelebihan kita pertahankan kita tingkatkan, kekurangan kita tutup, kita perbaiki. Itu yang akan dilakukan,” tegas Menhaj.

Manajemen pengamanan jemaah pengguna kursi roda ini menjadi fondasi vital mengingat jadwal pendorongan massal menuju Padang Arafah akan segera dibuka serentak pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah) mendatang.

Untuk melindungi fisik jemaah lansia dari kelelahan akibat rekayasa lalu lintas luar ruang, Kemenhaj telah mengamankan sirkulasi jalur cepat melalui kuota resmi 80.000 jemaah murur rukhsah di Muzdalifah (tanpa turun dari bus), kuota 20.000 tanazul resmi di hotel, serta pasokan gizi aman berupa 3.082.200 paket katering makanan siap santap (ready to eat) Nusantara agar pelaksanaan wukuf pada Selasa, 26 Mei mendatang berjalan aman, tertib, dan khusyuk. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.