Jelang Iduladha, Permintaan Arang Kayu di Tuban Naik Drastis

0

Ringkasan Berita:

  • Permintaan arang kayu di Tuban meningkat menjelang Hari Raya Iduladha.
  • Produsen menambah kapasitas produksi hingga satu ton per hari.
  • Arang kayu banyak diburu untuk kebutuhan bakar sate daging kurban.
  • Proses produksi arang membutuhkan waktu hingga 10 hari per tungku.

Tuban (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan arang kayu di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan signifikan. Kebutuhan arang melonjak karena tradisi bakar sate daging kambing maupun sapi kurban yang identik dengan perayaan Iduladha.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh produsen arang kayu asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Purna Irawan.

Ia mengaku permintaan arang kayu mulai meningkat tajam dibanding hari biasa sehingga pihaknya harus menambah kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Mendekati hari raya kita melakukan penambahan tungku, penambahan kapasitas produksi kita hampir sekitar 7 sampai 1 ton penambahan per harinya,” ujar Purna Irawan, Jumat (22/05/2026).

Arang kayu produksi usahanya dijual dengan harga sekitar Rp4.500 kepada agen-agen di pasar sebelum kemudian dijual kembali secara eceran kepada masyarakat.

Selain memanfaatkan kayu, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengolah ranting hasil penebangan menjadi arang briket.

“Selain kayu, kita juga bekerjasama dengan DLH yang ranting-ranting penebangan kayu itu kita buat arang briket,” imbuhnya.

Menurut Irawan, bahan baku terbaik untuk membuat arang berasal dari kayu pohon asam maupun beberapa jenis pohon buah lainnya karena menghasilkan kualitas arang yang lebih bagus.

“Kualitasnya memang bagus kalau pakai kayu asam,” bebernya.

Ia menjelaskan proses pembuatan arang kayu tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam satu tungku pembakaran, proses produksi membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sepuluh hari hingga arang siap dipasarkan.

Karena itu, pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak jauh hari dengan menambah stok produksi menjelang momentum Iduladha.

“Biasanya kalau proses lama gitu dapatnya satu tungku bisa dapat 1 sampai 1 setengah ton,” pungkasnya. [dya/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.