Rumah Tambal Ban dan Penjual Bensin di Gresik Terbakar, Pemilik Alami Luka Melepuh
Ringkasan Berita:
- Rumah sekaligus usaha tambal ban dan penjualan bensin eceran di Gresik terbakar hebat.
- Kebakaran diduga dipicu percikan api saat pemilik memperbaiki instalasi listrik.
- Api membesar setelah menyambar puluhan liter bensin eceran di dalam rumah.
- Pemilik rumah mengalami luka melepuh dan dilarikan ke rumah sakit.
Gresik (beritajatim.com) – Sebuah rumah berpenghuni yang juga digunakan sebagai usaha tambal ban dan penjualan bensin eceran di Jalan Raya Roomo 221, Kabupaten Gresik, mengalami kebakaran hebat, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.
Kebakaran diduga dipicu percikan api saat pemilik rumah melakukan perbaikan instalasi listrik di dalam rumah.
Peristiwa bermula ketika penghuni rumah bernama Sunarto menghidupkan kembali meteran listrik usai melakukan perbaikan instalasi.
Namun, sekring listrik tiba-tiba menimbulkan percikan api yang langsung menyambar peralatan tambal ban di dalam rumah.
Api kemudian dengan cepat membesar setelah menyambar sekitar 50 liter bensin yang disimpan dalam 20 botol bensin eceran.
Kobaran api memicu asap hitam pekat dan merembet ke hampir seluruh bagian rumah dalam waktu singkat.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga turut hangus terbakar, termasuk dua unit mobil Toyota Kijang, satu unit mobil pick up, serta kompresor angin yang berada di bagian depan rumah.
Saat mencoba mengecek kondisi di dalam rumah, Sunarto justru mengalami luka melepuh pada bagian kaki akibat terkena kobaran api.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui anak perempuan Sunarto yang baru pulang dari pasar. Mengetahui rumah keluarganya dilalap api, ia langsung meminta bantuan dengan menghubungi layanan darurat 112 Kabupaten Gresik.
Laporan tersebut diteruskan ke Posko Damkar Kota Gresik untuk segera dilakukan penanganan.
Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa armada pemadam dan perlengkapan penanganan kebakaran.
Petugas piket Damkar Gresik, Faical Irhansyah mengatakan, sebanyak delapan personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
“Ada delapan personel yang dikerahkan untuk memadamkan api plus mobil damkar dan satu unit mobil suplai air,” ujar Faical, Sabtu (23/5/2026).
Selain personel Damkar Gresik, proses pemadaman juga dibantu dua unit mobil pemadam dari Petrokimia Gresik serta satu unit mobil damkar milik PT Smelting.
Petugas sempat mengalami kesulitan saat proses pemadaman karena kondisi ruangan rumah yang sempit serta banyaknya material mudah terbakar di lokasi kejadian.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman dan pembasahan selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan hingga tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Usai memastikan kondisi aman dan kondusif, petugas pemadam kebakaran melakukan pendataan di lokasi, mengemasi peralatan, kemudian kembali ke posko. [dny/beq]
Link informasi : Sumber