Empat Kali Jadi Pengawas, Wamenag Romo Syafii Puji Skenario Rigid Kemenhaj RI di Armuzna

0

RINGKASAN BERITA:

  • Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii memuji skenario pergerakan rigid Kemenhaj RI sebagai lompatan layanan terbaik sepanjang sejarah.
  • Sistem manajemen maktab di Arafah kini dilengkapi penomoran berbasis nama per jemaah (by name) untuk mencegah klaim sepihak.
  • Pemerintah Arab Saudi melayangkan apresiasi resmi atas profesionalisme petugas serta kemampuan sistem pelayanan medis Indonesia.
  • Skenario mitigasi Armuzna dimatangkan melalui jalur fleksibel seperti metode murur rukhsah dan program tanazul pemondokan.

Makkah (beritajatim.com) – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafii, memberikan apresiasi tertinggi terhadap terobosan taktis Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam menyusun skenario operasional yang sangat rigid, detail, dan terstruktur menjelang puncak haji.

Berdasarkan rekam jejak pengalamannya yang telah empat kali menjabat sebagai pengawas haji nasional, Romo Syafii menilai standardisasi pelayanan musim ini merupakan lompatan luar biasa yang berhasil mewujudkan mimpi besar perlindungan jemaah.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, ungkapan rasa haru dari petinggi kementerian mitra ini mengemuka pasca-mengikuti rapat kerja intensif jajaran Amirul Hajj di Makkah.

Kehadiran testimoni positif dari pengawas senior ini menjadi jaminan pelayanan yang menenangkan hati jemaah serta keluarga di tanah air, memastikan 203.320 jemaah haji reguler—termasuk rombongan asal berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Embarkasi Surabaya/SUB)—berada dalam ekosistem perlindungan yang matang di tengah paparan suhu panas ekstrem Makkah yang menyentuh 44 derajat Celsius.

“Hari ini saya menyaksikan yang spesial. Sesuatu yang baru hari ini saya saksikan. Dan ini luar biasa pada kementerian, dan terima kasih kepada Presiden yang sudah mempercayakan Kementerian Haji kepada Gus Irfan dan Pak Dahnil Anzar,” ujar Romo Syafii memberikan kesaksian langsung dari Kota Suci.

Pemberantasan Kavling Tenda Lewat Sistem Identitas By Name

Fokus apresiasi Wamenag tertuju pada kesiapan manajemen komando dalam mengunci sirkulasi massa di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna mengeliminasi potensi penumpukan jemaah.

Kemenhaj di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto telah mengunci skema penataan lobi hotel secara berwaktu, pembersihan stiker KBIH nakal, hingga pemasangan identitas resmi di setiap maktab yang dirancang mendetail hingga daftar nama per jemaah (by name).

Langkah ini berjalan selaras dengan distribusi masif enam porsi makanan siap santap (ready to eat/RTE) pra-Armuzna di hotel, disusul garansi 15 porsi konsumsi di dalam maktab lengkap dengan posko pemulihan gizi.

“Direncanakan bukan cuman kloternya tapi per tenda ada by name. Saya kira ini mimpi besar yang dirindukan oleh segenap jemaah haji dari Indonesia. Saya sampai terharu,” ungkap Romo Syafii dengan mata berkaca-kaca menyoroti hak jemaah haji mandiri dan lansia yang kini terlindungi penuh dari egoisme pengkavlingan kelompok tertentu, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Lebih lanjut, Romo Syafii membeberkan bahwa keandalan tata kelola haji Indonesia musim ini sukses memetik pengakuan internasional and pujian resmi dari pihak tuan rumah.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menerima undangan bilateral khusus dari Pangeran Menteri Dalam Negeri Arab Saudi yang melayangkan apresiasi atas dua indikator utama: teknik eksekusi lapangan yang digerakkan oleh 1.600 dokter petugas medis profesional, serta keandalan rantai pasok klinis dalam menekan angka kematian nasional hingga menyentuh angka 50 jiwa.

Romo Syafii juga menilai skema pergerakan jemaah yang dirancang fleksibel namun patuh aturan—seperti metode kurban via Adahi Project untuk Palestina, murur rukhsah bagi 80.000 jemaah risti di Muzdalifah, dan program tanazul mabit—menjadi bukti komitmen nyata negara.

“Sebagai Wakil Menteri Agama, saya meng-appreciate kerja-kerja Kementerian Haji dan Umrah. Terima kasih,” pungkas Romo Syafii. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.