Perayaan Puncak Hardiknas 2026, Bupati Pamekasan: Momentum Entry Point Perkuat Kualitas Pendidikan
Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menegaskan perayaan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Jawa Barat 2026 yang digelar di Area Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (24/5/2026). Merupakan momentum sekaligus entry point untuk memperkuat kualitas pendidikan di Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan perayaan puncak Hardiknas Jatim 2026 di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti, Sekretaris Provinsi (Pemprov) Jatim, Adi Karyono, para undangan di kalangan pejabat hingga 24 ribu lebih peserta Senam Kolosal Anak Indonesia Hebat.
“Peringatan puncak Hardiknas ini menjadi entry point untuk memperkuat kualitas pendidikan di Pamekasan, sekaligus harus dijadikan motivasi untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan,” kata Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman.
Dalam kesempatan tersebut, bupati yang familiar disapa Kiai Kholil juga menyinggung banyaknya lembaga pendidikan khususnya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, yang masih dipimpin kepala sekolah dengan status Pelaksana Tugas alias Plt.
“Saat ini masih terdapat lebih dari 100 Kepala SD Negeri yang masih berstatus Plt, karena itu kami meminta Kepala Disdikbud (Pamekasan) untuk melakukan langkah konkrit agar segera diisi secara definitif. Kalau bisa dilakukan, berarti saudara mampu. Tapi kalau tidak, berarti saudara tidak mampu mengemban amanah sebagai kepala dinas pendidikan,” ungkapnya.
Selain itu, perayaan puncak Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan, dinilai sebagai sebuah kehormatan besar bagi daerah yang dipimpinnya. “Kepercayaan ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan,” tegasnya.
“Selama ini Kabupaten Pamekasan dikenal sebagai salah satu kabupaten pendidikan di Pulau Madura. Bahkan, Pamekasan menjadi satu-satunya kabupaten pendidikan yang pernah diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan pada tahun 2010,” sambung Kiai Kholil.
Menurutnya tradisi keilmuan di wilayah yang dipimpinnya terus tumbuh dan berkembang melalui lembaga pendidikan formal, pondok pesantren, madrasah, sekolah umum hingga perguruan tinggi yang berkembang menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda.
Bahkan pesantren, madrasah dan sekolah yang mengajarkan pendidikan agama secara serius di Pamekasan mencapai sekitar 500 lembaga. Termasuk juga siswa kelas 6 SD yang lulus diwajibkan bersamaan dengan lulus uji kompetensi baca Al-Qur’an sebagai konsekuensi Pamekasan sebagai Kabupaten Gerbang Salam.
“Kami meyakini bahwa pendidikan bukan hanya sarana transfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga wahana membangun peradaban, membentuk akhlak, menanamkan disiplin, serta melahirkan generasi sehat, cerdas, tangguh dan berdaya saing,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyambut antusias kegiatan pemecahan rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat yang menjadi bagian penting dalam puncak peringatan Hardiknas 2026. [pin/but]
Link informasi : Sumber