Banyuwangi Jadi Titik Awal Geopark Run Series 2026
Banyuwangi (beritajatim.com) – Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan geopark di Indonesia, termasuk Geopark Ijen di Banyuwangi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan Geopark Run Series 2026/2027, sebuah ajang sport tourism yang memadukan olahraga lari dengan promosi kawasan geopark nasional. Menariknya, Banyuwangi dipilih menjadi titik awal pelaksanaan melalui Ijen Geopark Run.
Peluncuran Geopark Run Series 2026/2027 dilakukan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Jakarta pada Jumat (22/5/2026). Peluncuran tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Selain Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series juga akan digelar di sejumlah kawasan geopark lain seperti Minang, Ciletuh, dan Belitong. Banyuwangi dipercaya membuka seri perdana melalui Ijen Geopark Run yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.
Ajang tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan sektor sport tourism sekaligus sarana promosi Geopark Ijen kepada khalayak yang lebih luas. Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki kesiapan destinasi, infrastruktur, serta pengalaman panjang dalam menggelar berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan Geopark Run Series merupakan rangkaian kegiatan sport tourism berskala nasional hingga internasional yang dirancang untuk mengangkat potensi destinasi geopark Indonesia melalui olahraga lari.
“Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sport tourism di Indonesia,” ujar Widiyanti Putri Wardhana.
Menurutnya, konsep Geopark Run Series tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga mengintegrasikan promosi destinasi geopark dengan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Sport tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor akomodasi, kuliner, hingga UMKM,” katanya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Pariwisata kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah sekaligus titik awal Geopark Run Series.
“Terima kasih atas kepercayaan Menpar. Tentu ajang ini menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk semakin memperkenalkan potensi sport tourism dan kekayaan alam daerah kepada khalayak luas,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Ipuk menjelaskan Banyuwangi memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan event olahraga berbasis wisata. Sejumlah agenda sport tourism rutin digelar, mulai dari balap sepeda internasional hingga berbagai kompetisi lari. Salah satunya Ijen Green Trail Run 2025 yang digelar tahun lalu.
Pengembangan sport tourism juga dilakukan di sejumlah titik kawasan Geopark Ijen lainnya, termasuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Berbagai agenda seperti Duathlon Alas Purwo, Alas Purwo Jungle Run, hingga Alas Purwo Geopark Green Run telah digelar di kawasan tersebut.
“Tidak hanya lari, kami juga mengembangkan sport tourism lain seperti sepeda downhill hingga ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar di kawasan Geopark Ijen,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Geopark Run Series 2026/2027, Ihsan Ramadhi Putra, menjelaskan Ijen Geopark Run akan menjadi seri pembuka sebelum rangkaian berlanjut ke daerah lain.
Registrasi peserta dibuka mulai 22 Mei hingga 19 Juli 2026. Pengambilan race pack collection (RPC) dijadwalkan pada 21–22 Agustus, sedangkan race day akan berlangsung pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi.
“Setelah dari Banyuwangi nantinya dilanjut Minang Geopark Run (Race Day 1 November), Ciletuh Geopark Run (Race Day 17 Januari 2027), dan Belitong Geopark Run (Race Day 18 April),” tandasnya. [alr/but]
Link informasi : Sumber