Program JKN Jadi Andalan Heri Saat Dampingi Ayah Jalani Operasi Hernia

0

Ringkasan Berita:

  • Warga Kediri manfaatkan Program JKN untuk operasi hernia ayahnya.
  • Sugito menjalani operasi setelah tiga tahun menahan nyeri perut.
  • Seluruh biaya perawatan dijamin melalui kepesertaan JKN.
  • Heri kini mulai memanfaatkan layanan digital Mobile JKN.

Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang penting bagi Heri Santoso (46) saat mendampingi ayahnya menjalani operasi hernia di rumah sakit.

Warga Desa Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri itu mengaku sempat khawatir melihat kondisi sang ayah, Sugito (72), yang selama beberapa tahun terakhir mengeluhkan nyeri di bagian perut.

Keluhan tersebut sebenarnya sudah dirasakan sekitar tiga tahun lalu. Namun, Sugito memilih menjalani pengobatan tradisional dan belum pernah memeriksakan diri ke dokter.

“Yang selalu dikeluhkan itu nyeri pada bagian perut. Tapi dulu tidak pernah diperiksakan ke dokter. Selama ini hanya menjalani pengobatan tradisional, palingan cuma dipijat saja,” jelas Heri.

Seiring waktu, kondisi Sugito tidak kunjung membaik. Benjolan di bagian perutnya semakin membesar hingga akhirnya keluarga memutuskan membawa Sugito ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi bapak ini kan selalu mengeluh nyeri di perutnya, akhirnya hari Sabtu saya bawa ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter harus segera dioperasi karena memang benjolannya sudah membesar. Untuk sekarang kondisinya juga sudah lebih baik,” ungkapnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan tindakan operasi hernia agar kondisi Sugito segera tertangani. Di tengah kekhawatiran keluarga, Program JKN menjadi solusi karena seluruh proses pengobatan ditanggung melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.

Sugito diketahui terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah (PBPU Pemda). Dengan kepesertaan tersebut, keluarga tidak perlu memikirkan biaya operasi maupun perawatan selama di rumah sakit.

“Kalau di sini bagus, tidak ada perbedaan pelayanan. Kan saya menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) jadi tidak ada biaya lagi. Jadi sangat terbantu sekali dengan adanya Program JKN,” jelasnya.

Pengalaman mendampingi ayahnya menjalani operasi membuat Heri semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan. Ia menyadari biaya pengobatan dapat menjadi beban besar apabila harus ditanggung sendiri.

Karena itu, seluruh anggota keluarganya kini telah terdaftar sebagai peserta Program JKN sebagai bentuk antisipasi apabila sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan.

“Ya harapannya jangan sampai sakit. Paling enak itu kalau badan sehat. Tapi yang namanya sakit kan tidak tahu kapan datangnya sehingga jika punya JKN bisa untuk berjaga-jaga,” katanya.

Selain merasakan manfaat pembiayaan layanan kesehatan, Heri juga mulai memanfaatkan layanan digital melalui Mobile JKN.

Ia mengaku baru saja mengunduh aplikasi tersebut dan menilai fitur yang tersedia cukup membantu peserta dalam mengakses layanan BPJS Kesehatan secara lebih praktis.

Ke depan, Heri berencana menggunakan fitur antrean online untuk mendampingi ayahnya menjalani kontrol kesehatan rutin pascaoperasi.

“Awalnya sudah punya Aplikasi Mobile JKN, cuma masih bingung bagaimana daftarnya. Untungnya dibantu petugas untuk daftar dan diberikan penjelasan dengan baik. Jadi sekarang sudah paham bagaimana cara aksesnya,” tutup Heri. [nm/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.