BMW Jadi Senjata Bapenda Malang Kejar Target Pajak Daerah 2026
Malang (beritajatim.com) – Hingga awal Juni 2026, perolehan pendapatan dari sektor pajak daerah di Kabupaten Malang sudah mencapai angka 39,11 persen dari target Bapenda sebesar Rp754 miliar lebih.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya, menegaskan salah satu optimalisasi pendapatan daerah dilakukan dengan meluncurkan layanan Bapenda Menyapa Warga (BMW).
“Melalui medsos, kami di Bapenda Kabupaten Malang terus menggencarkan sosialisasi. Termasuk secara offline dengan melakukan kegiatan yang melibatkan Bapenda Provinsi Jatim, Jasa Raharja, serta Polres Malang untuk pajak kendaraan bermotor,” ungkap Made, Senin (8/6/2026) sore.
Layanan BMW sendiri, lanjut Made, bakal dioptimalkan untuk mengejar target pendapatan. “Salah satu strategi untuk mencapai target Rp754 miliar kita lakukan melalui layanan BMW,” tuturnya.
Salah satu contoh pelayanan BMW digelar di Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Rabu (3/6/2026) lalu. Dalam sehari, berbagai kebutuhan administrasi PBB-P2 mulai dari mutasi, pembetulan data, hingga penggabungan objek pajak dapat diselesaikan langsung di lokasi pelayanan.
Program jemput bola yang dihadirkan Bapenda Kabupaten Malang ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengurus administrasi perpajakan dengan lebih mudah, cepat, dan dekat dari tempat tinggal mereka.
Dari total layanan yang diberikan, permohonan mutasi pecah menjadi yang paling banyak dimanfaatkan warga dengan 111 permohonan, disusul 66 pembetulan data objek pajak, 40 mutasi penuh, 24 penggabungan objek pajak, serta 2 pengaktifan Nomor Objek Pajak (NOP).
Tingginya jumlah layanan yang terselesaikan menunjukkan bahwa kehadiran BMW tidak hanya dimanfaatkan untuk pembayaran pajak, tetapi juga membantu warga menuntaskan berbagai persoalan administrasi PBB-P2 yang selama ini membutuhkan waktu dan akses pelayanan yang lebih panjang.
Selain pelayanan administrasi, warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pembayaran PBB-P2. Tercatat pembayaran melalui Bank Jatim mencapai Rp7.705.700 dari 140 transaksi, sedangkan pembayaran menggunakan QRIS sebesar Rp6.998.054 dari 19 transaksi.
Secara keseluruhan, kegiatan BMW di Desa Wajak berhasil menghimpun pembayaran pajak sebesar Rp14.703.754. Melalui BMW, Bapenda Kabupaten Malang terus menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Kami juga berharap kemudahan akses pelayanan dan pembayaran pajak dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan kepastian administrasi bagi warga dalam mengelola objek pajaknya,” tegas Made.
Ia menambahkan, sejauh ini pajak yang terkumpul hingga awal Juni 2026 berada di angka Rp295 miliar lebih. Terdiri dari PBJT (Pajak Barang dan Jasa Tertentu) Jasa Perhotelan, PBJT Makanan atau Minuman, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, PBJT Tenaga Listrik, PBJT Jasa Parkir, Reklame, MBLB alias Pajak Mineral Bukan Logam atau Batuan, Air Tanah, PBB, BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Opsen Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB). “Kami optimistis sampai akhir tahun 2026 target pendapatan bisa terpenuhi,” tutup Made. (yog/kun)
Link informasi : Sumber