Strategi Ekspansi PT Asia Pramulia Tbk Bidik Pertumbuhan Kinerja di 2026

0

Ringkasan Berita

* PT Asia Pramulia Tbk (ASPL) mencatatkan kenaikan pendapatan kuartal I-2026 sebesar 27,43% menjadi Rp78 miliar.

* Perusahaan mengalokasikan Capex Rp 48 miliar untuk mesin kemasan AMDK guna mendukung pertumbuhan, dengan realisasi penggunaan dana IPO mencapai 72%.

* Meski laba bersih tertekan oleh kenaikan harga bahan baku dan pergeseran beban biaya THR, perusahaan tetap optimistis dengan strategi efisiensi logistik “Aspra-Go” dan rencana pembagian dividen 20% dari laba bersih.

—————————————————

Surabaya (beritajatim.com) – PT Asia Pramulia Tbk (ASPRA), perusahaan yang bergerak di bidang kemasan plastik, asli Surabaya menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fundamental bisnis pasca-melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu. Dalam gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose di Mercure Hotel Grand Mirama, Surabaya, Selasa (9/6/2026), perseroan memaparkan kinerja positif kuartal I-2026 sekaligus menetapkan strategi ekspansi berkelanjutan.

Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp 70,17 miliar dari total dana bersih Rp 96,8 miliar.

“Tahun ini Kami telah sepakat akan menambah Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp 48 miliar khusus untuk pembelian mesin kemasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK),” jelas Ricky.

Penambahan kapasitas produksi ini menjadi krusial mengingat pabrik perseroan di Pasuruan telah beroperasi dengan utilitas penuh (full capacity). Selain memperkuat segmen AMDK, perseroan juga tetap fokus pada produksi kemasan makanan, minyak goreng, dan kemasan stoples.

Dalam RUPST, perseroan juga berkomitmen membagikan dividen tunai sebesar 20% dari total laba bersih tahun buku 2025 (Rp0,64 per saham).

Arif, Direktur Keuangan PT Asia Pramulia Tbk, mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal I-2026 sebesar 27,43% secara tahunan menjadi Rp78 miliar. Laba tahun berjalan hanya tumbuh tipis 1,69% menjadi Rp 3 miliar.

Perseroan mengakui adanya tekanan pada laba bersih akibat beberapa faktor eksternal dan internal.

“Kondisi geopolitik memicu kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi. Selain itu, terdapat pergeseran pembebanan biaya THR karyawan yang tahun lalu ada di kuartal II, namun tahun ini dibebankan di kuartal I, sehingga memotong laba bersih,” ungkap Arif.

Inovasi Logistik “Aspra-Go”

Di tengah tantangan biaya, perseroan terus menjalankan strategi efisiensi logistik melalui program “Aspra-Go”. Dengan menempatkan mesin produksi di lokasi pelanggan, perusahaan mengirimkan preform (bahan setengah jadi) alih-alih galon utuh.

Langkah ini dinilai sangat efektif karena satu kontainer yang biasanya hanya memuat 2.000 galon utuh, kini mampu memuat hingga 17.000 unit preform, sehingga menekan biaya transportasi secara signifikan.

Sepanjang 2026 Romanus Marstan, Direktur PT Asia Pramulia Tbk tetap optimistis mampu mencapai target kinerja tahun 2026 walaupun tetap memantau dinamika ekonomi makro dan geopolitik.

“Kebutuhan air minuman dalam kemasan setiap tahunnya terus meningkat, hal itu terlihat dari banyaknya merek AMDK baru bermunculan. Dan ini adalah pangsa pasar baru untuk kami,” ucapnya optimis.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.