Sensus Ekonomi 2026 di Lumajang Sasar Usaha Online hingga Bisnis Rumahan Tak Kasat Mata
Ringkasan Berita:
- BPS Lumajang memulai Sensus Ekonomi 2026 dengan fokus mendata usaha tak kasat mata, termasuk bisnis online dan jasa konstruksi rumahan.
- Sebanyak 1.161 petugas akan melakukan pendataan door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
- Setiap petugas ditargetkan mendata 12 responden per hari untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat.
- Pemkab Lumajang mengimbau masyarakat memberikan data yang benar agar hasil sensus menjadi akurat dan menjadi dasar penyusunan kebijakan.
Lumajang (beritajatim.com) – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan difokuskan untuk melacak berbagai unit usaha yang selama ini sulit teridentifikasi atau tidak kasat mata. Pendataan tersebut mencakup beragam aktivitas ekonomi, mulai dari usaha jualan online (e-commerce), jasa konstruksi rumahan, hingga usaha rumahan lainnya yang belum tercatat dalam basis data resmi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang sebelumnya telah melepas 1.161 petugas Sensus Ekonomi 2026 pada Selasa (9/6/2026). Ribuan petugas tersebut dijadwalkan mulai melakukan pendataan lapangan pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lumajang, Mochammad Sonhaji, mengatakan seluruh petugas telah dibekali data awal wilayah kerja statistik (Wilkerstat) sebelum diterjunkan ke lapangan. Data tersebut menjadi acuan agar proses pendataan berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau seluruh potensi ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah pelosok.
“Jadi karena istilahnya ini sensus ekonomi, maka akan didata dan kita lihat unit-unit usaha tanpa terkecuali hingga di pelosok,” terang Sonhaji, Rabu (10/6/2026).
Menurut Sonhaji, setiap Petugas Pendataan Lapangan (PPL) ditargetkan mendata 12 responden setiap hari melalui metode door to door. Pendekatan tersebut dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan adanya pelaku usaha yang terlewat dari pendataan.
Ia menjelaskan masih banyak aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak terlihat secara fisik sehingga memerlukan pendataan langsung oleh petugas.
“Jadi, ada kemungkinan di rumah tangga itu ada usaha-usaha yang tidak terlihat, tidak kasat mata seperti misalnya konstruksi, usaha-usaha online. Ini kita harapkan di pendataan SE 2026,” tambahnya.
Untuk menjaga kualitas hasil sensus, seluruh data yang dikumpulkan PPL akan diperiksa secara berjenjang oleh Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) di bawah koordinasi Koridor Statistik Kecamatan (KOSEKA).
“Nah, tentu seluruh pergerakan di lapangan akan dikawal dan dimonitor setiap harinya secara berkala mulai tanggal 15 Juni sampai dengan 31 Agustus,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta para petugas membangun komunikasi yang baik dengan setiap responden agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi usaha masyarakat.
Indah juga mengingatkan para petugas untuk mampu menyampaikan tujuan sensus dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga pelaku usaha bersedia memberikan informasi secara terbuka.
“Saya bilang kepada seluruh petugas sensus harus pandai-pandai mengolah kata, merayu kepada koresponden agar mereka berkata dengan sebenar-benarnya,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang didatangi petugas sensus agar tidak merasa khawatir maupun menolak proses pendataan. Seluruh petugas telah dibekali ID Card sebagai identitas resmi selama menjalankan tugas di lapangan.
Selain itu, Bupati Lumajang mengaku telah menginstruksikan 21 camat di wilayahnya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar proses pendataan berjalan lancar.
“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Lumajang yang didatangi oleh petugas sensus. Mohon untuk menerima mereka dengan baik, senang hati dan menyampaikan data sebenar-benarnya supaya hasilnya juga akurat dan valid,” ungkap Indah. [has/beq]
Link informasi : Sumber