Mahasiswi UM Malang Borong 4 Penghargaan di Ajang IYEN 2026 Malaysia-Singapura

0

Malang (beritajatim.com) – Prestasi gemilang di kancah internasional kembali ditorehkan oleh civitas akademika Universitas Negeri Malang (UM). Elyta Yoja Novita Syafara, mahasiswi Program Studi Manajemen UM, sukses membawa pulang empat penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Youth Excursion Network (IYEN) 2026 yang diselenggarakan di Malaysia dan Singapura.

​Dalam kompetisi antarbangsa yang berlangsung pada Senin hingga Kamis (18-21/5/2026) tersebut, mahasiswi angkatan 2025 ini bersama kelompoknya menyabet predikat 2nd Best Innovation Project, 1st Best Video Innovation, 2nd Best Presentation Project, serta gelar prestisius sebagai Best Team.

​Pencapaian ini tidak sekadar menjadi kebanggaan personal bagi Elyta dan tim, tetapi juga menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa UM yang mampu berbicara banyak di level global. Hasil ini menegaskan bahwa pemuda Indonesia memiliki kapasitas besar dalam merumuskan solusi kreatif dan kolaboratif guna menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.

​Bagi Elyta, panggung internasional ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan akademik, membuka cakrawala dunia, hingga memperluas jaringan perkawanan lintas negara. Pengalaman berharga ini dinilai krusial sebagai modal menghadapi dinamika dunia kerja yang kian kompetitif.

​”Saya tertarik mengikuti kompetisi ini karena memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan global, serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang. Selain itu, kompetisi ini juga melatih pengembangan inovasi para pemuda dalam perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Elyta pada beritajatim.com, Jumat (12/6/2026).

​Keterlibatan Elyta dalam IYEN 2026 ini juga merepresentasikan dukungan nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di antaranya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) lewat peningkatan kualitas dan kompetensi pemuda, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguasaan keterampilan masa depan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui jalinan kolaborasi lintas kultural.

​Keberhasilan memborong empat penghargaan ini tentu tidak datang instan. Elyta membeberkan bahwa ia dan timnya harus melewati masa persiapan intensif selama satu bulan sebelum berlaga. Prosesnya meliputi pematangan materi, perumusan proyek inovasi, simulasi presentasi, hingga diskusi daring berkala untuk menajamkan ide.

“​Sistem kurasi dalam ajang ini pun terbilang kompetitif. Seleksi dimulai dari verifikasi dokumen administrasi pascapendaftaran, hingga berlanjut pada sesi Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi fase krusial penentu kelolosan peserta ke tahapan selanjutnya,” jelasnya terkait perlombaan.

​Selama proses tersebut, tantangan terbesar yang dihadapi Elyta adalah manajemen waktu. Ia harus pintar membagi porsi antara kewajiban kuliah, aktivitas organisasi, dan persiapan lomba. Ditambah lagi, timnya dipaksa terus memutar otak demi memoles inovasi mereka agar unggul di antara ide-ide kompetitor dari negara lain.

​Kendati melelahkan, Elyta memandang hambatan tersebut sebagai ruang bertumbuh. Dari sana, ia belajar banyak tentang kedisiplinan, teknik komunikasi, soliditas tim, dan konsistensi target. Semua keahlian tersebut menjadi nilai tambah yang sangat berguna untuk proyeksi karier dan akademiknya kelak.

“Kunci untuk bersaing di level internasional adalah kemauan belajar yang kuat, adaptif, serta percaya diri. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kecakapan bahasa asing juga menjadi fondasi yang tidak boleh ditawar,” kata

Elyta sembari berharap bisa memantik motivasi mahasiswa lainnuntuk berani memaksimalkan potensi di ruang global.

​ia juga berharap semakin banyak mahasiswa UM yang berani mencoba, keluar dari zona nyaman, dan memanfaatkan berbagai peluang kompetisi internasional.

“Dengan persiapan yang matang, semangat belajar yang kuat, serta dukungan dari kampus, saya yakin mahasiswa UM mampu menunjukkan prestasi dan mengharumkan nama universitas di tingkat dunia,” pungkasnya. (dan/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.