Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Petakan Kondisi Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Ponorogo
Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 1.319 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi dilepas di Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Mereka akan bertugas mendata kondisi ekonomi masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah, sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya memotret aktivitas usaha masyarakat. Pendataan juga menyasar kondisi ekonomi keluarga hingga sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Ponorogo. Karena itu, BPS Ponorogo berharap masyarakat memberikan data yang sebenarnya agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo, Evy Trisusanti, mengatakan sensus tahun ini memiliki tiga target utama.
Pertama, memotret kondisi ekonomi keluarga. Kedua, mendata berbagai jenis usaha ekonomi yang dijalankan masyarakat. Ketiga, melihat lebih dalam karakteristik sektor pertanian beserta tingkat kesejahteraan para petaninya.
“Target utama Sensus Ekonomi 2026 ada tiga aspek. Pertama kondisi ekonomi keluarga, kedua usaha ekonomi apa saja yang dikerjakan masyarakat karena akan berpengaruh terhadap struktur ekonomi kita, dan terakhir sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan Ponorogo,” kata Evy, Jumat (13/6/2026).
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi pijakan penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi jangka panjang. Data yang terkumpul juga menjadi bahan evaluasi, apakah kebijakan yang selama ini diterapkan pemerintah sudah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
“Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hampir seperempat dari total PDRB Ponorogo. Karena itu kami ingin melihat karakteristiknya, bagaimana kesejahteraan petani. Sehingga nanti diketahui apakah kebijakan di bidang pertanian sudah tepat atau masih perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Untuk menyukseskan pendataan, BPS Ponorogo menyiapkan 1.319 petugas yang telah melalui proses rekrutmen dan pelatihan. Mereka akan melakukan wawancara langsung kepada masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi digital yang dikembangkan sendiri oleh BPS.
“Sebanyak 1.319 petugas sudah kami siapkan. Pelatihan dimulai sejak 30 Mei dan bertugas berlangsung hingga Agustus,” jelasnya.
Evy juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap keamanan data pribadi. Seluruh sistem pendataan menggunakan aplikasi milik BPS dengan perlindungan berlapis dan tidak melibatkan pihak ketiga.
“Aplikasi ini dibangun sendiri oleh BPS dengan server sendiri. Proteksinya menggunakan enkripsi ganda dan sudah diuji oleh ahli IT. Data yang dikumpulkan tidak kami berikan kepada pihak mana pun, karena hanya digunakan untuk kebutuhan statistik,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut dimulai dari menerima kedatangan petugas sensus, hingga memberikan informasi yang benar dan lengkap.
“Kami mengajak seluruh OPD, ASN, camat, kepala desa, RT, RW, dan seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus di rumah masing-masing. Selain itu juga memberikan data yang sebenar-benarnya dan sevalid-validnya,” kata Bunda Rita sapaan akrabnya.
Lisdyarita kembali menegaskan bahwa data masyarakat dijamin aman. Kerahasiaan informasi pribadi telah dilindungi, sehingga masyarakat tidak perlu ragu saat menjawab pertanyaan dari petugas sensus.
“Insyaallah data panjenengan semua aman karena memang terlindungi. Misalnya ditanya berapa gaji, data panjenengan tidak mungkin beredar,” katanya.
Menurutnya, data hasil sensus memiliki manfaat besar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan. Mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penyusunan kebijakan publik yang berbasis data riil.
“Kalau kita tidak punya data, kita tidak tahu kondisi masyarakat dari desil satu sampai sepuluh. Karena itu berikan data yang sebenarnya agar kebijakan, termasuk pengentasan kemiskinan, benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (end/ted)
Link informasi : Sumber