IPK Indonesia Wilayah Jatim Dorong Penempatan Psikolog Klinis Legal di Puskesmas
Surabaya (beritajatim.com) – Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jawa Timur (Jatim) mendorong penempatan psikolog klinis berizin resmi di seluruh puskesmas. Langkah ini merespons tingginya angka gangguan mental masyarakat di tingkat akar rumput.
Dorongan itu mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) pengurus daerah IPK Indonesia Wilayah Jatim di Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Fokus ke depan adalah mengoptimalkan layanan kesehatan jiwa tingkat primer.
“Fokus itu diwujudkan dengan keberadaan psikolog klinis di puskesmas,” jelas Ketua IPK Indonesia Wilayah Jatim Toetiek Septriasih, ditulis Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan setiap psikolog klinis di fasilitas kesehatan wajib mengantongi kelengkapan hukum. Dokumen Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) menjadi syarat wajib saat melayani pasien.
“Legalitasnya harus lengkap, yaitu STR yang diterbitkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia dan SIP yang diterbitkan oleh pemerintah kota atau kabupaten setempat,” terangnya.
Penempatan tenaga profesional ini amat dibutuhkan melihat kondisi lapangan terkini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim menemukan lonjakan masalah mental pada kelompok usia dini.
“Hasil pelaksanaan cek kesehatan gratis menunjukkan bahwa hampir 10 persen anak yang telah menjalani skrining mengalami gejala kecemasan dan depresi,” papar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim Cicik Swi Antika.
Pemerintah daerah sedang menyelaraskan layanan kesehatan jiwa ke dalam fungsi dasar puskesmas. Namun, ketersediaan tenaga psikolog klinis terpantau belum merata di berbagai kawasan.
“Ketersediaan tenaga kesehatan jiwa, termasuk psikolog klinis, belum merata di seluruh wilayah. Terutama pada daerah terpencil, kepulauan, dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan,” ungkapnya.
Kolaborasi Antarprofesi Kesehatan
Pemerataan layanan tersebut dibahas melalui Muswil IPK Indonesia Wilayah Jatim 2026. Ketua Panitia Muswil, Gerdaning Tyas Jadmiko menjelaskan forum ini merupakan agenda rutin organisasi untuk memetakan tantangan ke depan.
“Saat ini kami menyelenggarakan Musyawarah Wilayah Ikatan Psikolog Klinis Indonesia tahun 2026 yang mana ini agenda empat tahunan sekali,” jelasnya.
Ia merinci tema acara tahun ini menekankan semangat bertumbuh dan berkontribusi. Pihaknya sengaja mengajak seluruh praktisi medis turun tangan menuntaskan masalah mental warga Jatim.
“Kami ingin berkolaborasi bukan hanya dari teman-teman psikolog klinis, tapi seluruh tenaga kesehatan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Timur,” kata Gerda.
Pada Muswil ini, Toetiek Septriasih kembali terpilih sebagai Ketua IPK Indonesia Wilayah Jatim periode 2026-2030.
Ketua Umum Pengurus Pusat IPK Indonesia R.A. Retno Kumolohadi menantikan terobosan riil dan aksi lapangan dari nakhoda terpilih.
“Siapapun yang terpilih menjadi ketua, diharapkan dapat menjadikan IPK Indonesia lebih maju ke arah perubahan,” katanya.
Ia pun menuntut agar organisasi selalu meningkatkan kompetensi. Seluruh program kerja daerah harus sejalan dengan langkah nyata dari pemerintah daerah.
“Pengurus pusat mengharapkan semua program yang dijalankan bersinergi dengan kebijakan dari pemerintah,” pungkasnya. [ipl/aje]
Link informasi : Sumber