Tekan Inflasi Daerah, FTAB UB Bagikan Bibit Cabai Massal Menuju 57 Kelurahan Kota Malang
Malang (beritajatim.com) – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya turut mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui skema Mahasiswa Membangun Mitra (3M), FTAB UB meluncurkan program cabenisasi dengan membagikan bibit cabai secara massal ke 57 kelurahan se-Kota Malang demi menekan laju inflasi komoditas pangan.
Dekan FTAB UB, Yusuf Hendrawan, menerangkan bahwa program cabenisasi ini berjalan simultan bersamaan dengan penerjunan 856 mahasiswa pengabdian masyarakat. Fokus utama gerakan ini diarahkan langsung pada ketahanan pangan tingkat lokal.
“Program ketahanan pangan pemerintah juga menyangkut di sini, yaitu cabenisasi. Kami memberikan bibit cabai ke 57 kelurahan secara merata. Ini menjadi luaran penting dari pergerakan mahasiswa di lapangan,” ungkap Prof. Yusuf Hendrawan saat memberikan keterangan di Lapangan Rektorat UB, Senin (22/6/2026).
Meskipun detail jumlah total bibit tidak dirinci secara akumulatif, Prof. Yusuf memastikan pergerakan ratusan mahasiswa tersebut bakal memasok volume bibit yang masif di setiap kelurahan sasaran.
Pemerintah Kota Malang memberikan respons positif terhadap inisiasi sektor akademis ini. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa cabai sejauh ini masih menjadi salah satu komoditas penyumbang angka inflasi yang cukup tinggi di wilayahnya.
“Terkait inflasi, harga cabai saat ini masih cukup tinggi. Kehadiran bibit-bibit cabai lewat program UB ini jelas sangat membantu kelurahan-kelurahan yang memiliki potensi atau lahan untuk ditanami,” tutur Wahyu Hidayat.
Wahyu menambahkan, Pemerintah Kota Malang sebelumnya telah menggalakkan gerakan menanam cabai secara mandiri bagi warga. Berdasarkan peta karakteristik wilayah, pasokan bibit tanaman dari FTAB UB ini nantinya akan didominasi serta dioptimalkan pada wilayah kelurahan berkembang.
“Distribusi bibit tanaman cabai ini akan kami dorong optimalisasinya pada beberapa wilayah, dengan dominasi di kawasan Kecamatan Kedungkandang serta sebagian wilayah luasan yang berada di Kecamatan Blimbing,” urai Wali Kota Malang lebih lanjut.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Program cabenisasi ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak rektorat maupun UPT Green Campus UB. Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, mengapresiasi kolaborasi pentahelix yang menyentuh langsung akar persoalan ekonomi maupun lingkungan masyarakat urban Kota Malang.
Melalui gerakan cabenisasi berbasis rumah tangga ini, FTAB UB bersama Pemkot Malang berharap masyarakat tingkat rukun tetangga (RT) memiliki kemandirian pangan, sehingga tidak lagi rentan terhadap fluktuasi harga pasar yang kerap memicu inflasi daerah.
“Mahasiswa turun langsung membangun mitra guna mengembangkan aspek ekonomi serta pemahaman mindset masyarakat terkait bagaimana menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kemandirian ekonomi,” pungkas Prof. Widodo. (dan/kun)
Link informasi : Sumber