DPRD Jember: Investasi Harus Perhatikan Aspek Lingkungan dan Sosial
Jember (beritajatim.com) – Meningkatnya nilai investasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebesar 70,2 persen menjadi Rp Rp2,57 triliun menunjukkan kepercayaan investor.
Namun, juru bicara Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Jember, Kristian Andi Kurniawan, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan investasi dengan memperhatikan aspek lingkungan, tata ruang, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Fraksi Partai Golkar Amanah juga meminta Bupati Muhammad Fawait memastikan, bahwa setiap penanaman modal berskala besar yang masuk ke Jember memiliki kewajiban untuk bermitra dengan pelaku usaha mikro kecil menengah lokal.
“Investasi tidak boleh menggusur pasar tradisional, melainkan harus membuka rantai pasok ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal,” kata Holil Asyari, juru bicara Fraksi Partai Golkar Amanah menanggapi Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jember 2025.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa juga meminta kepastian bahwa investasi yang masuk ke Kabupaten Jember, tidak hanya berorientasi pada penambahan aset dan penggunaan teknologi semata. “Namun juga mampu menciptakan lapangan kerja yang luas, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga Jember,” kata Sunarsi Khoris, juru bicara Fraksi PKB.
Bupati Muihammad Fawait menegaskan, setiap proyek harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem, menghindari kerusakan lahan, dan mendukung praktik ramah lingkungan.
“Pada masalah tata ruang, perencanaan wilayah yang baik akan mencegah konflik lahan dan memastikan investasi sejalan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Fawait.
Investor juga harus memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja lokal. “Bukan hanya mengurangi pengangguran, tetapi juga meningkatkan keterampilan masyarakat,” katanya.
Menurut Fawait, investasi harus mendorong peningkatan daya beli warga, dam bukan sekadar keuntungan bagi investor. Dengan demikian dampak ekonomi nyata ke depan akan lebih berfokus pada sektor yang langsung menyentuh kehidupan warga, seperti UMKM, pertanian, dan infrastruktur dasar.
Fawait percaya, keberlanjutan tren nilai investasi daerah dipengaruhi pelaksanaan sosialisasi perizinan berusaha kepada pelaku usaha potensial maupun baru di Jember. Sosialisasi ini bisa meningkatkan jumlah izin usaha yang terbit pada tahun berjalan sebagai hulu penanaman modal.
Pemkab Jember juga mendorong kepatuhan pelaku usaha untuk menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebagai data akhir nilai investasi daerah. Laporan ini berfungsi sebagai alat pengawasan bagi pemerintah untuk memantau iklim investasi dan memberikan solusi atas kendala yang dialami perusahaan. [wir/aje]
Link informasi : Sumber