Bupati Pamekasan Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Semangat Kebersamaan
Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menekankan pentingnya pendidikan karakter dan semangat kebersamaan bagi generasi muda, khususnya dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kholilurrahman saat melepas peserta lomba gerak jalan tingkat sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Rabu (12/8/2026). Lomba tersebut diikuti sebanyak 32 regu putri dan 31 regu putra ambil siswa tingkat SD/MI se Pamekasan.
Peserta menempuh rute yang telah ditentukan panitia, dimulai dari kawasan Monumen Arek Lancor, kemudian melewati Jalan Trunojoyo, Jalan R. Abd. Aziz, Jalan Segara, dan Jalan Diponegoro. Setelah menyelesaikan seluruh rute, peserta kembali menuju garis finis di kawasan Arek Lancor.
“Pelaksanaan lomba gerak jalan ini bukan semata-mata bertujuan untuk menentukan pemenang, bahkan perlombaan ini justru memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekedar perlombaan. Sebab kegiatan ini memiliki nilai pendidikan yang penting bagi perkembangan karakter anak sejak usia sekolah dasar,” kata KH Kholilurrahman.
Menurutnya, gerak jalan dapat menjadi media pendidikan karakter bagi para peserta. Sebab melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar dapat menerapkan sejumlah nilai penting, seperti kebersamaan, kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap aturan.
Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini karena para peserta merupakan generasi yang akan melanjutkan perjuangan dan cita-cita bangsa Indonesia pada masa mendatang.
Karena itu, Bupati mengapresiasi keterlibatan seluruh sekolah, baik SD maupun MI yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenag, Disdikbud, panitia, kepala sekolah, guru pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja sama. Sehingga pelaksanaan ini dapat terselenggara dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, bupati yang familiar disapa Kiai Kholil juga berpesan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas seremonial. Ia berharap atmosfer pembelajaran yang diperoleh peserta selama mengikuti gerak jalan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan generasi penerus bangsa.
Sebab baginya para pelajar memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Kalian anak-anakku yang akan meneruskan cita-cita pahlawan melalui torehan prestasi, ilmu pengetahuan, akhlak yang mulia, dan semangat membangun Indonesia,” jelasnya.
“Karena itu kemenangan dalam perlombaan bukan menjadi tujuan utama. Lebih dari itu, pengalaman selama mengikuti kegiatan harus mampu memberikan pembelajaran positif kepada peserta. Terpenting belajar bekerja sama, saling menghargai, menjaga kekompakan, menaati peraturan, serta menunjukkan sikap sportif,” pungkasnya. [pin/kun]
Link informasi : Sumber