Kecelakaan Beruntun di Jalur Ponorogo–Wonogiri: Satu Meninggal, Dua Luka Ringan
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan beruntun melibatkan 3 sepeda motor dan 1 mobil terjadi di jalur Ponorogo–Wonogiri, Desa Carat, Kecamatan Kauman.
- Seorang pengendara motor bernama Dicky Nur Yasin (20) meninggal dunia akibat luka berat setelah terlibat benturan beruntun.
- Dua pengendara lain mengalami luka ringan, sementara mobil Suzuki Carry sempat terjun ke sungai kecil di pinggir jalan setelah menghindari tabrakan.
Ponorogo (beritajatim.com) – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil terjadi di Jalan Ponorogo–Wonogiri, tepatnya di kawasan Desa Carat, Senin (29/6/2026).
Insiden maut ini dipicu oleh salah satu pengendara sepeda motor yang diduga kehilangan kendali saat mencoba mendahului kendaraan di depannya, hingga akhirnya menimbulkan rangkaian tabrakan beruntun yang merenggut satu korban jiwa.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Dicky Nur Yasin (20), warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan. Saat kejadian, ia mengendarai Honda Beat AE 6801 TU dari arah barat menuju timur.
“Ada satu pengendara sepeda motor yang meninggal dunia dalam insiden tersebut,” kata Kanit Gakkum Satlantas Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Abdul Cholik, Senin (29/6/2026).
Menurut keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika korban mencoba menyalip kendaraan di depannya. Namun, saat proses mendahului, korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh ke badan jalan.
“Setelah jatuh, pengendara motor masuk ke jalur berlawanan dan terjadi benturan depan dengan Suzuki Carry AE 1930 SR yang melaju dari arah timur ke barat,” ungkap Abdul Cholik.
Benturan pertama tersebut kemudian memicu kecelakaan susulan yang lebih kompleks. Sepeda motor Honda Beat milik korban yang masih berada di lajur utara kembali tertabrak oleh Honda Beat AE 3710 VB yang dikendarai Bryant Yoga Dayu (27), warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan. Saat itu, ia melaju dari arah Wonogiri menuju Ponorogo.
Situasi di lokasi semakin tidak terkendali ketika pengemudi Suzuki Carry, Valdo Taufana Gusta (17), berusaha menghindari tubuh korban dan kendaraan yang berada di jalan. Ia membanting setir ke kanan, namun manuver tersebut justru membuat mobil masuk ke jalur berlawanan hingga akhirnya terperosok ke sungai kecil di sisi jalan.
“Namun, upaya tersebut justru membuat minibus masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan Honda Supra AE 2199 SP yang dikendarai Pungky Gita Safarinda, (31) warga Kecamatan Kauman, yang melaju dari arah barat menuju timur,” ungkapnya.
Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, Dicky Nur Yasin mengalami cedera berat di bagian kepala. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, dua pengendara lain yang terlibat hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan.
Polisi memastikan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara detail faktor penyebab kecelakaan beruntun tersebut, termasuk kemungkinan kelalaian dan kondisi arus lalu lintas di lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau pengendara agar memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mendahului kendaraan lain,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan di jalur Ponorogo–Wonogiri yang dikenal padat dan memiliki beberapa titik rawan kecelakaan, terutama saat pengendara melakukan manuver mendahului tanpa perhitungan matang. [end/suf]
Link informasi : Sumber