Ronald Koeman Mundur dari Timnas Belanda Usai Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026

0

Ringkasan Berita:

  • Ronald Koeman resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Belanda.
  • Keputusan diambil beberapa jam setelah Belanda kalah adu penalti dari Maroko.
  • Koeman mengaku kecewa gagal mewujudkan mimpi membawa Belanda menjadi juara dunia.
  • Maroko lolos ke babak 16 besar dan akan menghadapi Kanada.

Surabaya (beritajatim.com) – Ronald Koeman resmi mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional Belanda setelah langkah De Oranje terhenti secara dramatis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa jam setelah Belanda kalah adu penalti dari Maroko, Selasa (30/6/2026) WIB.

Belanda sebenarnya hampir memastikan tiket ke babak 16 besar. Namun, harapan itu sirna ketika Issa Diop mencetak gol penyeimbang bagi Maroko pada menit pertama masa injury time babak kedua melalui sundulan kepala.

Skor imbang bertahan hingga perpanjangan waktu usai. Adu penalti menjadi penentu, tetapi Belanda gagal memanfaatkannya setelah satu tendangan berhasil ditepis penjaga gawang Maroko dan dua eksekutor lainnya gagal menjalankan tugas.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Koeman mengonfirmasi bahwa dirinya memutuskan mengakhiri masa baktinya bersama Timnas Belanda.

“Tadi malam saya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala Tim Nasional Belanda,” tulis Koeman.

Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku bangga atas perjalanan panjangnya sebagai pelatih di berbagai klub Eropa maupun bersama Timnas Belanda.

“Melihat kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga dan bersyukur. Saya mendapat kehormatan untuk bekerja di Vitesse, Ajax, Benfica, PSV, Valencia, AZ, Feyenoord, Southampton, Everton, FC Barcelona dan tentu saja dua periode di Oranje. Klub dan orang-orang yang membentuk saya dan memberi saya kenangan yang akan saya hargai seumur hidup,” katanya.

Meski demikian, Koeman mengaku sangat kecewa karena gagal membawa Belanda mewujudkan impian meraih gelar juara dunia.

“Itulah mengapa menyakitkan bahwa masa jabatan saya di Oranje berakhir seperti itu. Kita semua bermimpi tentang Piala Dunia di mana kita akan menulis sejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa tentang itu selain saya. Sebagai pelatih kepala, Anda memikul tanggung jawab itu. Saya selalu merasakan itu dan saya akan selalu terus merasakan itu,” ujarnya.

Sepanjang turnamen, Koeman menjadi sasaran kritik karena menerapkan formasi lima bek dan mengandalkan strategi serangan balik. Pendekatan tersebut bahkan diakui sempat mengejutkan pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi.

Meski mendapat sorotan, Koeman tetap membela keputusan taktisnya. Menurut dia, pendekatan defensif justru membuat Belanda tampil lebih solid dibandingkan saat fase grup.

“Dengan pendekatan defensif ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat pertandingan grup. Itu positif, tetapi kami juga kurang ofensif. Anda bisa memikirkan taktik apa pun yang Anda suka, tetapi kami kebobolan jauh lebih sedikit melawan tim yang jauh lebih kuat dari Swedia dan Tunisia. Dan jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukannya dengan cara yang sama lagi,” katanya.

Koeman menilai kritik terhadap penggunaan lima bek muncul karena hasil akhir tidak berpihak kepada timnya. Ia yakin penilaian publik akan berbeda apabila Maroko gagal mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.

“Saya juga tahu bahwa jika Maroko tidak menyamakan kedudukan dengan gol di menit-menit akhir itu, akan ada berbagai macam pujian untuk saya sebagai pelatih Belanda, tetapi sekarang, mungkin, saya akan dimarahi karena telah memilih lima pemain bertahan, tetapi sekali lagi, saya percaya itu perlu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola.

“Anda akan mengkritik saya, dan itu hak Anda, tetapi Anda menonton sepak bola dari pinggir lapangan,” katanya.

Kepergian Koeman mengakhiri periode keduanya menangani Timnas Belanda sejak kembali ditunjuk pada 2022. Sebelumnya, ia sukses membawa Belanda mencapai final UEFA Nations League 2018-2019 serta mengantarkan tim lolos ke Euro 2020 sebelum menerima tawaran melatih Barcelona.

Setelah kembali menukangi De Oranje, Koeman membawa Belanda mencapai semifinal Euro 2024. Namun, performa tim dinilai belum konsisten. Sejak 2023, Belanda gagal mencatat kemenangan atas tim yang berada di peringkat 25 besar ranking FIFA dengan catatan delapan kekalahan dan enam hasil imbang.

Sementara itu, Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menghadapi Kanada di Houston pada Sabtu mendatang. [faw/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.