Persebaya Pakai Teknologi VALD Performance, Ini 5 Alat Canggih yang Siap Dongkrak Performa Bajol Ijo Musim 2026/2027

0

Surabaya (Beritajatim.com) – Persebaya Surabaya tidak hanya memperkuat skuad untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027, tetapi juga berinvestasi pada teknologi sports science berstandar internasional.

Klub berjuluk Bajol Ijo itu kini menggunakan sistem VALD Performance untuk memantau kondisi fisik pemain, mencegah cedera, sekaligus meningkatkan performa sepanjang musim.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Persebaya dalam membangun tim yang kompetitif, mulai dari pramusim hingga kompetisi resmi seperti Liga 1 dan turnamen lainnya.

Azrul Ananda: Fondasi Persebaya untuk Masa Depan

CEO Persebaya, Azrul Ananda, mengatakan pengembangan fasilitas olahraga telah dilakukan secara bertahap sejak musim lalu, termasuk pembangunan pusat kebugaran (gym) dan investasi perangkat sports science bersama Persebaya Academy serta DBL Indonesia.

“Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,” ujar Azrul di Surabaya, Sabtu (11/7/2026).

Selain perangkat pengukuran fisik, manajemen juga mengembangkan sistem analisis pemain untuk mendukung proses pencarian talenta (scouting) dan penyusunan skuad sesuai filosofi permainan tim.

“Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi lebih baik dan konsisten untuk Persebaya jangka menengah dan panjang,” tambahnya.

Pemeriksaan Dimulai dari Rumah Sakit hingga Lapangan

Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Widjaja, Sp.OT(K) atau yang akrab disapa dr. Tommy, menjelaskan bahwa penggunaan VALD Performance merupakan bagian dari sistem pemeriksaan pemain secara menyeluruh.

Proses diawali dengan pemeriksaan kesehatan multidisiplin di Mayapada Hospital, kemudian dilanjutkan evaluasi gerak fungsional oleh dokter sports medicine. Setelah dinyatakan layak, pemain menjalani serangkaian tes menggunakan perangkat VALD Performance.

“Angka-angka ini menjadi data dasar bagi pelatih fisik maupun pelatih teknik untuk menyusun program pemain selama satu musim. Bagi tim medis, data ini juga menjadi profil setiap pemain untuk melihat aspek pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa,” jelas dr. Tommy.

Menurutnya, data yang dihasilkan dapat dipantau secara berkala sehingga perkembangan kondisi fisik setiap pemain bisa diukur secara objektif.

Lebih Cepat dari Program PSSI

Menariknya, Persebaya telah menggunakan teknologi VALD Performance lebih awal dibanding implementasi di tingkat nasional.

Meski PSSI baru memperkenalkan sistem tersebut melalui Medical Workshop bagi lingkungan tim nasional pada tahun ini, Persebaya bersama DBL Indonesia telah lebih dahulu menginvestasikan dan mengintegrasikan teknologi tersebut sejak tahun sebelumnya.

Lima Teknologi VALD Performance yang Digunakan Persebaya

Berikut lima perangkat utama VALD Performance yang digunakan Persebaya untuk mengukur performa fisik para pemain.

1. ForceDecks (Dual Force Plate System)

Perangkat ini berfungsi mengukur kekuatan, daya ledak, serta keseimbangan tubuh pemain melalui beberapa jenis tes, antara lain:

Countermovement Jump (CMJ): mengukur daya ledak otot tungkai sekaligus mendeteksi tingkat kelelahan sistem saraf (fatigue).

Squat Jump: mengukur kekuatan murni otot tanpa bantuan efek elastis tubuh untuk melihat kemampuan akselerasi awal.

Single Leg Jump: mendeteksi ketidakseimbangan kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Asimetri di atas 10–15 persen menjadi indikator meningkatnya risiko cedera ligamen lutut (ACL).

2. ForceFrame (Strength Testing System)

Perangkat ini digunakan untuk mengukur kekuatan kelompok otot utama yang berperan menjaga stabilitas tubuh, meliputi:

Hip Adduction & Abduction, untuk mengukur kekuatan otot selangkangan, bokong, dan pinggul.

Knee Extension & Flexion, guna mengetahui keseimbangan kekuatan otot paha depan dan belakang.

Shoulder Internal/External Rotation, tes khusus bagi penjaga gawang untuk memastikan kondisi otot bahu tetap optimal.

3. NordBord (Hamstring Testing System)

Melalui Nordic Hamstring Exercise, alat ini mengukur kekuatan otot hamstring ketika memanjang.

Hasil pengukuran menjadi acuan tim pelatih dalam memberikan latihan penguatan tambahan bagi pemain yang memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat sprint.

4. HumanTrak (Movement Analysis System)

HumanTrak berfungsi menganalisis kualitas gerakan tubuh pemain secara visual, terutama saat melakukan lompatan dan mendarat.

Teknologi ini mampu mendeteksi posisi lutut yang mengarah ke dalam (valgus) maupun kemiringan panggul yang berpotensi meningkatkan risiko cedera ligamen.

5. SmartSpeed (Timing Gate System)

Perangkat terakhir digunakan untuk mengukur kecepatan, kelincahan, dan daya tahan pemain melalui dua tes utama, yaitu:

T-Test, untuk mengukur kemampuan mengubah arah dengan cepat dalam situasi menyerupai pertandingan.

Bronco Test, yaitu tes lari bolak-balik yang mengukur kapasitas aerobik (VO₂ Max) dan daya tahan spesifik pemain sepak bola agar mampu tampil optimal selama 90 menit.

Investasi Jangka Panjang untuk Prestasi Persebaya

Dengan dukungan teknologi sports science berstandar internasional, Persebaya berharap setiap pemain dapat dipantau secara objektif mulai dari kondisi kebugaran, risiko cedera, hingga perkembangan performa selama kompetisi berlangsung.

Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Bajol Ijo dalam membangun sistem pembinaan modern yang tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi prestasi klub dalam jangka menengah dan panjang menghadapi persaingan Liga 1 musim 2026/2027. (way/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.