Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Tulungagung Naik hingga 100 Persen

0

Tulungagung (beritajatim.com) – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, permintaan seragam sekolah di Kabupaten Tulungagung mulai meningkat.

Sejumlah toko perlengkapan sekolah dipadati pembeli yang mempersiapkan kebutuhan anak-anak mereka, dengan penjualan seragam SD tercatat mengalami lonjakan hingga 100 persen dibandingkan hari biasa.

Pemilik Toko Seragam Lancar Jaya, Moh. Fahrudin, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak sepekan terakhir. Berbagai jenis seragam untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA mulai banyak dicari, meski permintaan seragam SD menjadi yang paling dominan.

“Alhamdulillah minggu-minggu ini sudah mulai ramai untuk semua jenis seragam. Tapi yang paling banyak penjualan seragam SD,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Fahrudin, penjualan seragam SD mengalami peningkatan paling signifikan. Jika pada hari biasa hanya mampu menjual sekitar 10 hingga 15 pasang seragam, kini dalam sehari tokonya dapat menjual antara 60 hingga 70 pasang.

Sementara itu, penjualan seragam untuk jenjang SMP dan SMA juga mengalami kenaikan, namun tidak sebesar seragam SD. Peningkatannya hanya berkisar 40 hingga 50 persen dibandingkan hari normal.

“Penjualan seragam SMP dan SMA tidak seramai seragam SD, kemungkinan karena banyak masyarakat yang dapat seragam bekas kakak atau saudaranya,” ungkapnya.

Meski jumlah pembeli meningkat menjelang tahun ajaran baru, Fahrudin mengaku omzet penjualan tahun ini justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada musim penerimaan siswa baru tahun sebelumnya, omzet kotor tokonya mampu mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta.

Sedangkan pada tahun ini, omzet kotor yang diperoleh diperkirakan hanya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Menurutnya, penurunan omzet dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, banyak orang tua memilih berhemat dengan membeli seragam seperlunya atau memanfaatkan seragam bekas milik kakak maupun anggota keluarga lainnya.

“Tahun ini memang ekonomi kurang baik, jadi pembelian seragam juga turun. Apalagi masyarakat juga banyak yang beli hanya atasan saja atau menggunakan seragam milik kakaknya,” pungkasnya.[nm/ted]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.