Dorong Ekosistem Perfilman, Menteri Ekraf Siap Integrasikan JWC ke Rangkaian WCCE

0

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai ajang Jakarta World Cinema (JWC) memiliki peran strategis sebagai intellectual property (IP) event berskala internasional.

Keberadaan festival ini dinilai mampu mempertemukan para pemangku kepentingan industri perfilman dalam ekosistem heksaheliks secara global, sehingga membuka peluang besar untuk diintegrasikan ke dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE).

Kolaborasi strategis tersebut diproyeksikan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan posisi tawar industri sinema terintegrasi milik Indonesia di mata dunia. Langkah ini diambil pemerintah guna menstimulus pertumbuhan ekonomi berbasis kekayaan intelektual nasional dari hulu ke hilir.

“Jakarta World Cinema merupakan IP event yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem perfilman Indonesia. Kementerian Ekraf siap mengolaborasikan JWC dengan berbagai mitra strategis agar festival ini terus berkembang, memiliki dampak yang lebih luas, serta berpeluang menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE),” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi jajaran manajemen JWC di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.

Secara rekam jejak, JWC merupakan festival sinema bergengsi yang konsisten mengurasi film-film peraih penghargaan dari berbagai festival papan atas dunia, termasuk jajaran sinema terbaik dari Festival Film Cannes. Tak sekadar screening, ajang ini juga memfasilitasi program pengayaan berupa lokakarya industri (workshop) serta kompetisi pembuatan film pendek untuk menjaring talenta baru.

Indikator keberhasilan festival ini terlihat pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu, di mana JWC sukses menyedot animo sebanyak 208.111 pengunjung. Angka luar biasa tersebut diraih melalui penayangan 200 film terpilih yang berasal dari 66 negara.

Selain menjadi ruang apresiasi karya sinema dunia, JWC juga aktif mendorong penetrasi lahirnya generasi baru sineas melalui KlikFilm Short Movie Competition. Program inkubasi ini memberikan karpet merah bagi para sutradara muda untuk menembus industri film profesional, termasuk pemberian insentif pendanaan untuk memproduksi film panjang layar lebar bagi pemenang utama.

Director of Public Affairs JWC 2026, Razka Robby Ertanto, memaparkan bahwa untuk edisi tahun 2026 ini, festival akan diselenggarakan secara maraton di beberapa kota besar. Fase pertama akan dipusatkan di Jakarta pada 31 Oktober hingga 7 November 2026, kemudian dilanjutkan ke kota Bandung dan Malang pada 14 hingga 21 November 2026.

Mengusung visi Festival of the Festivals, perhelatan JWC tahun ini dipastikan bakal menghadirkan karya-karya kurasi terbaik dari berbagai belahan dunia sekaligus memperkuat fungsi inkubasi bagi para pembuat film lokal.

“Kami berharap Kementerian Ekraf dapat berkolaborasi untuk semakin meningkatkan Jakarta World Cinema. JWC turut menghadirkan KlikFilm Short Movie Competition untuk menjadi pintu masuk bagi para pembuat film baru untuk menembus industri perfilman profesional,” kata Razka memaparkan harapan kolaborasinya. [hen/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.