Kelompok Perhutanan Sosial di Prigen Pasuruan Sukses Kembangkan Kopi Agroforestri

0

Pasuruan (beritajatim.com) – Tiga kelompok perhutanan sosial di wilayah Prigen kini aktif mengelola kawasan hutan negara melalui mandat resmi pemerintah daerah. Unit usaha yang dikenal sebagai Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KOUPS) ini menjadi motor penggerak utama dalam pemanfaatan lahan hutan secara produktif bagi warga setempat.

Terdapat tiga lembaga yang bergerak di bawah kawasan hutan KHDPA tersebut, yakni LPHD Lokajaya Binangun, LPHD Arjuna Lestari, dan KTH Sumber Makmur Abadi. Fokus utama mereka adalah menjalankan praktik agroforestri yang menggabungkan upaya konservasi alam dengan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di lereng gunung.

“Di wilayah Prigen ini ada tiga kelompok perhutanan sosial, yakni LPHD Lokajaya Binangun, LPHD Arjuna Lestari, dan KTH Sumber Makmur Abadi yang mengelola kawasan hutan KHDPA. Di dalam lembaga ini, kami memiliki unit usaha bernama KOUPS yang menjalankan usaha agroforestri terkait hasil hutan,” jelas perwakilan LPHD Lokajaya Binangun, Desa Dayurejo, Sugito.

Komoditas unggulan yang dikembangkan di bawah tegakan hutan tersebut adalah tanaman kopi yang memiliki nilai ekonomis sangat menjanjikan bagi petani.

Selain kopi sebagai komoditas utama, para petani hutan juga menanam berbagai tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti sirsak, petai, dan alpukat. Diversifikasi tanaman ini terbukti mampu menambah pendapatan warga di sela-sela musim panen kopi yang sangat bergantung pada cuaca.

“Rata-rata kemarin saja satu petani sampai bisa mendapatkan Rp30 hingga Rp40 juta per panen kopi red cherry atau petik merah. Mereka jadi lebih gencar untuk menanam kopi di bawah tegakan karena hasilnya sangat membantu ekonomi,” tambahnya.

Pemasaran biji kopi hasil panen petani hutan saat ini masih difokuskan pada pemenuhan permintaan pasar lokal di sekitar Kabupaten Pasuruan.

Produk tersebut telah bermitra dengan sejumlah tempat usaha populer yang memiliki banyak pengunjung, seperti Tembakar, Kaliandra, dan Jendela Langit. Permintaan pasar akan biji kopi berkualitas atau green bean dari kelompok ini terus mengalami peningkatan signifikan dari waktu ke waktu.

“Untuk produk green bean, pesanan dari teman-teman luar wilayah sangat tinggi sampai kami sempat kewalahan memenuhinya. Bahkan, ada permintaan hingga 50 ton dari Gayo, Sumatera, namun saat ini kami baru mampu menyuplai dalam kapasitas tertentu,” ungkapnya.

Keberadaan KOUPS di Prigen ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung.

Keberlanjutan praktik agroforestri ini akan terus didorong demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani hutan di lereng Arjuno dan Welirang. Inovasi usaha ini membuktikan bahwa pengelolaan hutan secara bijak mampu memberikan manfaat finansial yang substansial bagi seluruh anggota kelompok. (Ada)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.