MPLS, Siswa SD dan SMP di Sumenep Berdandan Ala ‘Sakera dan Marlena’

0

Sumenep (beritajatim.com) – Pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumenep, terlihat berdandan ala ‘Sakera dan Marlena’.

Siswa pria mengenakan kaos bergaris-garis merah dan putih, kemudian dirangkap dengan ‘outer’ warna hitam, serta celana lebar juga berwarna hitam. Baju adat Sakera khas Madura.

Sedangkan siswa perempuan mengenakan baju ‘Marlena’ salah satu tokoh perempuan Madura dengan baju khas berwarna merah, yakni kebaya dan jarik atau samper (bahasa Madura: red) bermotif batik Madura berwarna merah. Bahkan tidak hanya siswa, para guru, kepala sekolah, dan tenaga Kependidikan, juga diminta mengenakan baju adat Madura.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan mengatakan, imbauan mengenakan baju adat Madura tersebut sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal, memperkuat karakter kebangsaan, dan mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini.

Foto BeritaJatim.com
Pelaksanaan MPLS di SD Neger Kolor II Sumenep.

“Imbauan ini memang untuk melestarikan dan mengenalkan budaya adat Madura pada generasi muda. Selain itu juga untuk menguatkan pendidikan karakter,” katanya, Senin (13/07/2026).

Iksan melanjutkan di masa MPLS tersebut, tidak hanya diimbau mengenakan baju adat Madura, tetapi juga diminta untuk menggunakan Bahasa Madura guna menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

“Ini juga termasuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Selain itu juga untuk pembiasaan penggunaan Bahasa Madura yang baik dan santun dalam berbagai aktivitas dan interaksi selama pelaksanaan MPLS,” paparnya.

Selain mengenakan baju adat Madura dan menggunakan Bahasa Madura dalam kegiatan MPLS, sekolah juga diminta untuk menampilkan kreasi seni dan budaya daerah maupun kegiatan lain yang relevan dan edukatif.

“Yang penting kegiatan itu mematuhi prinsip-prinsip MPLS yang edukatif, inklusif, ramah anak, partisipatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” terang Iksan.

Sementara Kepala SD Negeri Kolor II, Kecamatan Kota Sumenep, Warjito mengaku sangat mendukung imbauan tersebut. Menurutnya, pengenalan terhadap budaya Madura memang harus dikenalkan sejak dini.

“Ini untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal Madura di dalam diri anak-anak. Tadi juga dikenalkan dengan tarian Madura, supaya anak-anak tidak asing dengan kesenian Madura,” ujarnya. (tem/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.