Gus Qowim Hadiri Pisah Sambut Karumkit Bhayangkara Kediri, Kombes Pol. dr. Elyani Resmi Pimpin RS
Ringkasan Berita
- Karumkit Bhayangkara Kediri resmi berganti dari Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko kepada Kombes Pol. dr. Elyani.
- Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengapresiasi pengabdian pimpinan sebelumnya dan berharap kepemimpinan baru menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan.
- Kombes Pol. dr. Elyani mengajak seluruh jajaran Rumah Sakit Bhayangkara Kediri memperkuat sinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
- Pergantian kepemimpinan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kota Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Karumkit Bhayangkara Kediri resmi berganti. Kombes Pol. dr. Elyani menggantikan Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko sebagai Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Kediri dalam acara pisah sambut yang digelar di Aula Tri Brata RS Bhayangkara Kediri, Rabu (29/7/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin bersama jajaran Forkopimda Plus, Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol. dr. Wahono Edhi, Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Kediri.
Dalam sambutannya, Qowimuddin atau yang akrab disapa Gus Qowim menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Menurutnya, berbagai kontribusi yang diberikan selama masa kepemimpinan Agung telah mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan.
Gus Qowim juga menyampaikan harapan agar sinergi antara Pemerintah Kota Kediri dan Rumah Sakit Bhayangkara Kediri terus terjalin demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Kepada Kombes Pol. dr. Elyani, ia mengucapkan selamat datang sekaligus selamat menjalankan amanah sebagai Karumkit Bhayangkara Kediri yang baru.
“Selamat datang di Kota Kediri, kota yang terus bertumbuh, kota yang menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan utamanya dan meyakini bahwa pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila semua pihak berjalan bersama. Saya percaya setiap pemimpin membawa pengalaman, perspektif, dan semangat baru yang akan memperkaya organisasi yang dipimpinnya,” ungkapnya.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah dirintis sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.
Menurut Gus Qowim, Rumah Sakit Bhayangkara Kediri diharapkan semakin dipercaya masyarakat, semakin unggul dalam pelayanan, semakin humanis, serta menjadi rumah harapan bagi setiap warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Sementara itu, Kombes Pol. dr. Elyani mengaku memiliki ikatan emosional dengan Rumah Sakit Bhayangkara Kediri karena pernah bertugas di tempat tersebut.
“Hari ini rasanya seperti pulang ke rumah. Saya bersyukur dapat mengemban amanah di rumah sakit yang telah berkembang dan banyak menorehkan prestasi berkat kepemimpinan drg. Agung Hadi Wijanarko, Plt. Karumkit dr. Heri Budiono, serta dukungan seluruh keluarga besar Rumah Sakit Bhayangkara Kediri,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini terus dipertahankan karena keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh pemimpinnya, tetapi juga kerja sama seluruh jajaran.
“Saya mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh keluarga besar Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Mari kita terus bersinergi untuk menghadirkan pelayanan terbaik, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko yang memimpin Rumah Sakit Bhayangkara Kediri periode 2024–2026 menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dukungan selama masa kepemimpinannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan maupun kekhilafan.
“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan selama ini. Pasti tidak ada gading yang tak retak, manusia tempatnya salah, khilaf dan lupa. Mungkin banyak kesalahan yang saya perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja, mohon dimaafkan. Semoga yang kita kerjakan selama masa periode dua tahun kemarin dihitung sebagai amal ibadah kita nanti. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih untuk kenangan yang tidak mungkin terlupakan,” ujarnya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya. [nm/ian]
Link informasi : Sumber