Minim Pelibatan hingga Cuma Jadi Pelengkap Administrasi, Pengurus KDMP di Pacitan Pilih Lepas Jabatan

0

Pacitan (beritajatim.com) – Semangat sebagian pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pacitan mulai mengalami penurunan. Di sejumlah desa, pengurus memilih mundur dari kepengurusan, mulai bendahara, sekretaris, wakil ketua hingga ketua koperasi.

Fenomena tersebut dinilai sebagai sinyal adanya persoalan serius dalam implementasi program KDMP, terutama terkait minimnya pelibatan pengurus koperasi yang telah terbentuk secara sah dalam pengelolaan gerai dan pelaksanaan program di lapangan.

Ketua Bidang Pemberdayaan KDMP Merah Putih Dekopinwil Jawa Timur, Oetomo Sapto Amien, mengaku memahami kondisi tersebut. Menurutnya, sikap kritis yang ditunjukkan para pengurus dan pengawas koperasi justru layak diapresiasi.

“Kami menyadari persoalan itu dan memberikan apresiasi kepada sikap kritis pengurus maupun pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kami juga menjadi bagian dari pengawas dan harus mengagregasi persoalan ini,” ujarnya saat menghadiri resepsi peringatan hari koperasi di Pacitan ditulis Kamis (30/7/2026).

Pria yang akrab disapa Bung Tomo itu menjelaskan, Dekopinwil bersama sepuluh organisasi desa tingkat nasional telah mendorong PT Agrinas Pangan Nusantara serta kementerian terkait agar melibatkan pengurus koperasi yang telah memiliki badan hukum dan akta pendirian.

Menurutnya, keberadaan pengurus yang telah terbentuk secara de jure maupun de facto bukan sekadar menjadi bahan pertimbangan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus diakomodasi dalam pelaksanaan program.

Ia menilai persoalan tersebut memerlukan adanya political will dari pemerintah. Pasalnya, PT Agrinas masih memandang bahwa mandat yang dijalankan berasal langsung dari pemerintah pusat sehingga keterlibatan pengurus koperasi di daerah belum berjalan optimal.

“Gerakan koperasi yang direfleksikan melalui pengurus dan pengawas sebagai kearifan lokal mestinya sejak awal pembentukan koperasi harus dilibatkan. Mereka tidak boleh hanya menjadi pelengkap administrasi,” tegasnya.

Meski demikian, Bung Tomo meminta para pengurus dan pengawas KDMP tidak kehilangan semangat. Ia memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat maupun PT Agrinas terus dilakukan untuk mencari solusi.

Beberapa waktu lalu, kata dia, Dekopin bersama berbagai pihak juga telah menggelar pertemuan dengan PT Agrinas di Jakarta bertepatan dengan rangkaian Hari Koperasi Nasional.

Dalam forum tersebut, muncul aspirasi yang mendapat perhatian pemerintah pusat, yakni apabila pengurus dan pengawas koperasi terus diabaikan dalam pelaksanaan program, maka mereka tidak akan merekomendasikan masyarakat berbelanja di gerai koperasi.

“Sikap itu mendapat perhatian dari Menko Pangan, Menteri Desa, maupun Menteri Koperasi. Ini menunjukkan bahwa suara pengurus koperasi didengar,” katanya.

Bung Tomo mengajak seluruh pengurus koperasi tetap bersatu dan tidak merasa berjuang sendiri. Menurutnya, Dekopinwil Jawa Timur, Dekopinda kabupaten/kota, Dinas Koperasi, perguruan tinggi, media, hingga berbagai elemen masyarakat telah membangun ekosistem untuk mengawal keberlangsungan program KDMP.

“Harapan kami, mari bersama-sama memperkuat gerakan koperasi. Ekosistem yang sudah terbentuk ini diharapkan mampu mendorong lahirnya perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada koperasi desa,” pungkasnya (tri/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.