Kunci Comeback Dramatis Madura United, Dua Gol dalam Dua Menit Bungkam PSIM
Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Sempat tertinggal 0-1 hingga babak kedua, Laskar Sape Kerrab bangkit dan mencetak dua gol hanya dalam tempo dua menit untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1 di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jum’at (18/9/2026).
Pada laga tersebut, tim tuan rumah sempat tertinggal 0-1 pada babak pertama. Nermin Haljeta berhasil membawa tim tamu Laskar Mataram memimpin pada menit 15′, khususnya pasca menerima assist dari Norberto Ezequiel Vidal.
Namun pada babak kedua, tim racikan Juan Manuel Gomes da Silva berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1 dalam waktu relatif singkat. Masing-masing berkat gol Jorge Ambrosio Mendonça pada menit 71′, serta gol Paulo Costa Freitas pada menit 73′.
Kemenangan tersebut menjadi comeback penting bagi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu. Bukan hanya karena mampu mengatasi ketertinggalan, tetapi juga karena dua gol yang mengubah jalannya pertandingan lahir ketika tekanan kepada tuan rumah sedang tinggi.
“Tentu ada evaluasi yang disampaikan kepada para pemain pada jeda babak pertama, terlebih ada beberapa hal yang tidak berjalan maksimal sepanjang babak pertama, dan akhirnya kita melakukan perubahan permainan di babak kedua,” kata Pelatih Madura United FC, Juan Manuel Gomes da Silva.
Evaluasi tersebut bertujuan agar para pemain kembali menjalankan instruksi, sekaligus mempraktikkan hasil latihan sebelumnya. “Setelah evaluasi (jeda babak pertama), para pemain bermain bagus dan akhirnya menang 2-1,” ungkapnya.
Kunci comeback Madura United juga terlihat dari respons pemain terhadap perubahan situasi pertandingan. Setelah kesulitan pada babak pertama, mereka mampu meningkatkan agresivitas setelah turun minum dan lebih berani mengambil inisiatif.
Peran bola mati juga tidak bisa diabaikan. Gol penyama kedudukan lahir melalui sepak pojok yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Mendonca. Setelah itu, momentum tersebut langsung dimanfaatkan untuk menciptakan gol kedua.
Bagi Gali Freitas, gol tersebut memiliki arti tersendiri karena menjadi gol perdananya bersama Madura United. Gol itu sekaligus memastikan comeback Laskar Sape Kerrab tidak berhenti pada skor imbang.
“Selama ini kami selalu menekankan kepada para pemain ketika menghadapi situasi sulit. Setelah tertinggal, para pemain mampu menunjukkan perubahan permainan yang akhirnya menghasilkan 3 poin,” tegas juru taktik yang akrab disapa Zé Gomes.
Kemenangan atas PSIM sekaligus membuat Madura United menyapu bersih tiga pertandingan awal Super League 2026-2027. Tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura, mengoleksi 9 poin dari tiga laga dan untuk sementara bersaing di papan atas klasemen.
Comeback 2-1 tersebut akhirnya menjadi bukti bahwa pertandingan belum selesai meski Madura United tertinggal hingga babak kedua. Respons cepat setelah gol penyama dan keberhasilan mencetak gol kedua dua menit kemudian menjadi pembeda utama dalam drama di Pamekasan.
Dari tertinggal menjadi menang, Madura United bukan hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan kemampuan mengubah momentum pertandingan ketika berada dalam tekanan. [pin/aje]
Link informasi : Sumber