Perkuat Jejaring Global, UM Gandeng Dua Kampus Filipina Dorong Parawisata Berkelanjutan

0

Malang (beritajatim.com) – Program Studi S1 Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) memperkokoh komitmennya dalam ranah internasionalisasi pendidikan tinggi. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus pelaksanaan program internasional bertajuk Professional International Learning Opportunities and Training in Hospitality, Restaurants, and Tourism (PILOT-HRT) Mobility Phase 3 di Kota Malang.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, pada 19–25 Juli 2026, ini menghadirkan 11 delegasi yang terdiri atas mahasiswa dan dosen asal Filipina. Adapun dua perguruan tinggi penerima kerja sama tersebut yakni University of the Immaculate Conception dan Pillar College of Zamboanga City.

Prosesi penandatanganan nota kesepahaman diselenggarakan pada Senin (20/7/2026) di Kampus UM. Kesepakatan ini berfokus pada penguatan kolaborasi akademik, penelitian bersama, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen demi mendongkrak kualitas pendidikan sektor pariwisata.

Dalam agenda tersebut, Universitas Negeri Malang diwakili oleh Wakil Dekan III FIS UM Abdul Kodir, S.Sosio., M.Sosio., Koordinator Program Studi S1 Pariwisata Prof. I Komang Astina, M.S., Ph.D., serta dosen pendamping Elya Kurniawati, S.T.P., S.E., M.M., Ph.D. Sementara itu, pihak Filipina diwakili langsung oleh Dr. Nelca Stephany U. Amatong dari University of the Immaculate Conception dan Ms. Ma. Melinda C. Concepcion, perwakilan Pillar College of Zamboanga City.

Wakil Dekan III FIS UM, Abdul Kodir, menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan pijakan penting untuk memperluas jangkauan kelembagaan di kancah global.

“Melalui kesepakatan ini, kami berkomitmen merancang program-program kolaboratif yang fokus pada peningkatan kompetensi akademik, pertukaran ilmu, serta penguatan kapasitas SDM di bidang hospitality dan pariwisata,” ujar Abdul Kodir di sela kegiatan.

Senada dengan hal itu, Kaprodi S1 Pariwisata UM, Prof. I Komang Astina, menjelaskan bahwa agenda PILOT-HRT Phase 3 ini merupakan kunjungan balasan sekaligus aksi nyata usai delegasi UM bertandang ke Filipina pada Maret 2026 lalu.

“Kerja sama ini menjadi wadah konkret agar lulusan kita memiliki daya saing global. Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam terkait pengelolaan pariwisata yang tak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan,” ungkap Prof. Komang.

Selama berada di Malang, para peserta tidak sekadar mengikuti perkuliahan di dalam kelas. Mereka diajak mengelilingi fasilitas kampus dalam agenda Campus Tour dan Green Campus Learning yang dipandu oleh Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.

Dalam kesempatan itu, Prof. Sumarmi memamerkan inovasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan milik UM, salah satunya pemanfaatan air hujan yang diolah menjadi Air Mineral Mandiri. Air tersebut telah melalui tahapan sterilisasi ketat sehingga siap dan aman dikonsumsi oleh sivitas akademika.

“Kami ingin menunjukkan bahwa universitas memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian alam melalui tindakan nyata. Pengolahan air hujan ini menjadi salah satu bukti bagaimana konsep Green Campus diterapkan secara efisien,” papar Prof. Sumarmi di depan para delegasi.

Selain pembelajaran di area kampus, 11 peserta diajak terjun langsung membedah praktik Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat. Sejumlah destinasi ikonik di Malang Raya menjadi sasaran observasi lapangan, mulai dari kawasan Bromo, CMC Tiga Warna, Desa Wisata Pujon Kidul, Kampung Warna-Warni, Kampung 3D, hingga kawasan cagar budaya Kayutangan Heritage.

Elya Kurniawati, Ph.D., dosen S1 Pariwisata UM, menekankan pentingnya kunjungan lapangan tersebut untuk membuka pemikiran para mahasiswa lintas negara. Menurutnya, sektor CBT menempatkan warga lokal sebagai aktor utama pembangunan.

“Melalui observasi ini, delegasi Filipina dapat memelajari bagaimana partisipasi aktif warga lokal terbukti mampu mendongkrak perekonomian daerah tanpa merusak tata sosial dan kelestarian lingkungan sekitar,” tutur Elya.

Perwakilan delegasi Filipina, Dr. Nelca Stephany U. Amatong, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat serta materi pembelajaran komprehensif yang disiapkan pihak UM.

Rangkaian program kolaborasi internasional ini sekaligus menegaskan dukungan nyata Universitas Negeri Malang terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 terkait Pendidikan Berkualitas, SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antardunia pendidikan antarnegara.

“Pengalaman memelajari pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas di Malang memberikan wawasan baru bagi kami. Model kolaborasi ini sangat relevan untuk diterapkan dalam pengembangan kurikulum pariwisata di kampus kami,” pungkas Dr. Nelca. (dan/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.