EMCL Beri Edukasi Kesehatan dan Gizi Keluarga Melalui Program Tagika di Tuban

0

 

Tuban (beritajatim.com) – Dalam rangka pemenuhan gizi mandiri dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular kini mulai digerakkan dari pekarangan rumah melalui Program Pengembangan Taman Gizi Keluarga (TaGiKa) program berkelanjutan yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas dan menggandeng Yayasan eL-SAL Indonesia sebagai mitra pelaksana.

Adapun sebanyak 30 anggota Kelompok Kerja (Pokja) TaGiKa mengikuti pembekalan intensif mengenai nutrisi keluarga di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban serta dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 45 warga desa setempat.

Perwakilan EMCL, Feni K. Indiharti, menyatakan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam mendukung agenda strategis daerah. Sehingga, sinergi ini dirancang untuk berjalan selaras dengan program prioritas yang tengah dicanangkan oleh pemerintah.

“Melalui Program TaGiKa, EMCL berkomitmen penuh mendampingi Pemerintah Kabupaten Tuban dalam meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi,” tutur Feni sapanya. Kamis (30/07/2026).

Pihaknya juga berharap penguatan kapasitas kader dan penyediaan fasilitas ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting serta mendorong kemandirian kesehatan keluarga secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni, menegaskan bahwa penataan pekarangan produktif dan pemeriksaan medis merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ketika masyarakat menjadi pengelola sekaligus penggerak, manfaat program diyakini berkembang sesuai kebutuhan real di desa.

“Kami berharap anggota Pokja tidak hanya menjadi penerima manfaat pasif, tetapi juga motor penggerak yang aktif mengajak lingkungan sekitarnya menerapkan pola hidup sehat,” jelas Imam Muqroni.

Harapannya program ini untuk masyarakat penerima manfaat juga menjadi ruang belajar langsung untuk menekan angka tengkes (stunting) di tingkat tapak. Dalam penuturan Ahli Gizi Puskesmas Soko, Erma Dewiarti, menjelaskan bahwa pemenuhan nutrisi seimbang sangat krusial, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga periode ini membutuhkan perhatian serius dari keluarga melalui konsumsi pangan beragam dan penerapan perilaku hidup bersih.

“Kebutuhan gizi terpenuhi bukan hanya dari makanan mahal, melainkan bagaimana kebiasaan sehat itu dibangun sejak dini,” kata Erma Dewiarti. [dya/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.