Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Petugas Temukan Sajam Rakitan, Zero HP dan Narkoba Tetap Terjaga
Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, Kamis (6/8/2026) malam. Dalam razia tersebut, petugas mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam) rakitan dan benda-benda yang berpotensi disalahgunakan.
Razia melibatkan personel dari Polres Mojokerto Kota, Kodim 0815/Mojokerto, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga lapas tetap bersih dari barang-barang terlarang. Sebelum razia dimulai, seluruh personel mengikuti apel bersama yang dipimpin Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad.
Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya pelaksanaan razia secara humanis, profesional, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Usai apel, petugas gabungan dibagi menjadi beberapa tim untuk menyisir blok hunian warga binaan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kamar hunian beserta barang-barang milik narapidana dan tahanan. Selain memeriksa kamar hunian, BNNK Mojokerto bersama petugas lapas juga melakukan tes narkoba secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Hasilnya, seluruh warga binaan yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
Petugas melakukan pemeriksaan hingga ke setiap sudut kamar guna memastikan tidak terdapat barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Dari hasil razia, petugas mengamankan sejumlah senjata tajam rakitan serta beberapa benda yang berpotensi disalahgunakan.
Barang-barang tersebut langsung didata dan diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Temuan tersebut sekaligus menegaskan kondisi zero handphone dan zero narkoba di Lapas Kelas IIB Mojokerto tetap terjaga.
Kalapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad mengatakan, razia gabungan merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. “Razia ini merupakan langkah preventif yang terus kami laksanakan secara rutin dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sinergi bersama TNI, Polri, dan BNN, lanjutnya, menjadi kekuatan dalam menjaga Lapas Kelas IIB Mojokerto tetap aman, tertib, serta bersih dari Handphone (HP), pungutan liar, dan narkoba. Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Khususnya penguatan pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai barang terlarang di dalam Lapas maupun rumah tahanan. Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum akan terus diperkuat untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Melalui razia gabungan yang digelar secara berkala, Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari peredaran handphone maupun narkoba. [tin/aje]
Link informasi : Sumber