Tekan Impor Kedelai, Kementan Gandeng Unesa Garap Lahan 56 Hektare
Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengembangkan benih kedelai unggul. Kerja sama ini mengoptimalkan lahan seluas 56 hektare untuk menekan angka impor pangan nasional.
Langkah ini merespons arahan presiden terkait percepatan swasembada kedelai. Kementan menyerahkan pengelolaan lahan pertanian tersebut kepada Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah mendukung penuh riset ini. Kementan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung secara cuma-cuma untuk tim kampus.
“Kedelai punya lahan Unesa 56 hektar. Kami berikan bibit gratis, traktor, roda empat itu gratis. Nanti diolah, dosen-dosen dan tim meneliti,” kata Amran dikutip Kamis (13/8/2026).
Pemerintah menjanjikan kepastian pasar bagi hasil panen riset tersebut. Jika produksi mencapai target, seluruh benih kedelai unggul akan dibeli langsung oleh negara. “Kalau produksinya Insyaallah bisa 4 ton, 5 ton, minimal 3,5 ton per hektar, semua bibit yang 56 hektar kami beli,” ucap Mentan.
Benih hasil produksi perguruan tinggi ini akan disalurkan kepada para petani di Jawa Timur (Jatim). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat hasil panen komoditas lokal.
Proyek ini tidak hanya mengandalkan para dosen dan peneliti kampus. Mahasiswa juga turun langsung ke lapangan lewat program magang berbasis praktik.
Amran menjelaskan program ini mengadopsi konsep kerja bareng antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah. Mereka berkolaborasi merumuskan sistem akademik yang tepat sasaran. “Kita sudah bicarakan, tinggal menunggu pak rektor, yang magang empat bulan itu nanti bobotnya berapa SKS-nya,” tambahnya.
Rektor Unesa Nurhasan menyambut baik mandat pengelolaan lahan kedelai dari kementerian. Pihaknya langsung mengerahkan seluruh sumber daya akademik kampus untuk segera beraksi.
Tim peneliti saat ini tengah mematangkan proposal riset ketahanan pangan. Mereka fokus mengejar varietas baru yang tahan penyakit dan berproduksi lebat.
“Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai harapan,” tutur pria yang akrab disapa Cak Hasan ini.
Sebelumnya, kampus ini sudah mendampingi petani mengelola komoditas jagung di Jatim. Kini mereka memperluas jangkauan eksperimen pertanian ke komoditas kedelai. “Kami berharap penelitian ini dapat terus berlanjut. Hal ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan di tanah air,” jelas Cak Hasan. [ipl/kun]
Link informasi : Sumber