Pengetatan SLF hingga Pagar Mal di Tengah Isu Sesar Surabaya, DPRD Minta Pengawasan Diperkuat

0

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta Pemkot Surabaya memperketat pengawasan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) hingga fasilitas pendukung seperti pagar mal di tengah kembali menguatnya pembahasan Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Menurut dia, kesiapan bangunan dan ruang keselamatan publik perlu menjadi bagian penting dari mitigasi bencana di Kota Surabaya.

Fathoni mengatakan pemeriksaan keandalan bangunan tidak cukup hanya memastikan dokumen perizinan terpenuhi. Kondisi fisik bangunan di lapangan juga perlu diverifikasi secara berkala, termasuk apabila terdapat perubahan setelah dokumen diterbitkan.

“Proses verifikasi PBG dan penerbitan SLF tidak boleh hanya berhenti pada formalitas administrasi di atas kertas. Pemkot harus menerjunkan tim untuk mengaudit langsung dan memverifikasi kondisi di lapangan secara berkala,” tegas Fathoni, Minggu (27/9/2026).

Menurut dia, perubahan fisik bangunan dan fasilitas pendukung dapat memengaruhi aspek keselamatan ketika terjadi kondisi darurat. Karena itu, pemeriksaan perlu memastikan kondisi aktual bangunan tetap sesuai dengan dokumen dan standar keselamatan yang menjadi dasar penerbitan SLF.

“Jangan sampai kondisi di lapangan sudah berubah, tetapi dokumen dan SLF-nya masih mengacu pada kondisi sebelumnya. Karena itu, perubahan bangunan maupun fasilitas pendukung seperti pagar mall juga harus diverifikasi,” ujar dia.

Pagar mal menjadi salah satu fasilitas yang ikut mendapat perhatian fathoni karena berkaitan dengan ruang gerak dan akses keselamatan masyarakat. Kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk meminta pengelola pusat perbelanjaan menurunkan ketinggian pagar disebut berkaitan dengan kebutuhan ruang keselamatan ketika terjadi kondisi darurat.

“Langkah Pak Wali Kota meminta ketinggian pagar mall diturunkan itu sudah sangat tepat. Ini bukan semata soal pagar, tetapi bagaimana memastikan ruang keselamatan tetap tersedia ketika terjadi kondisi darurat,” kata politisi Golkar tersebut.

Fathoni mengatakan pagar yang terlalu tinggi dan berada di sisi jalan berpotensi membatasi ruang gerak masyarakat ketika membutuhkan akses keluar atau evakuasi. Karena itu, aspek tersebut perlu dipertimbangkan dalam pengawasan keselamatan kawasan publik, terutama pada bangunan dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi.

Selain bangunan dan pagar, dia meminta Pemkot memperhatikan akses keluar-masuk serta jalur evakuasi dalam pemeriksaan keselamatan. Seluruh elemen tersebut perlu dilihat sebagai satu kesatuan dalam memastikan masyarakat memiliki ruang yang memadai ketika menghadapi situasi darurat.

“Isu sesar ini harus jadi pemantik agar budaya sadar bencana melekat pada keseharian kita. Ketahanan kota dibangun dari regulasi yang tegas, penegakan SLF yang disiplin, dan pengawasan fisik bangunan demi keselamatan masyarakat,” pungkas Fathoni.[asg/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.