FEB Unisma Gandeng Akademisi Tongmyong University Korea, Pertajam Metodologi Riset

0

Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) terus memacu akselerasi kualitas akademik serta langkah internasionalisasi kampus. Upaya tersebut diwujudkan melalui helatan Visiting Lecture dan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum dengan menghadirkan akademisi internasional dari Korea Selatan.

​Agenda strategis yang berlangsung di Hall KH. Hasyim Asy’ari Lantai 7 Unisma Malang pada Selasa (11/8/2026) ini mendatangkan Prof. Ari Warokka dari Busan International College, Tongmyong University.

​Dalam gelaran Visiting Lecture yang mengusung tema “Research Methodology for Publication in Accredited National and International Journal”, ratusan mahasiswa tingkat akhir FEB Unisma tampak antusias menimba ilmu sebagai bekal penyusunan tugas akhir maupun publikasi ilmiah.

​Prof. Ari Warokka memaparkan secara mendalam mengenai penguatan metodologi penelitian, taktik penyusunan karya ilmiah, hingga pemahaman standar publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi.

Salah satu sorotan utamanya yakni mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam ranah akademik.

​Ia menegaskan, keberadaan teknologi AI hendaknya tidak dimaknai sebagai pengambilalihan proses berpikir logis mahasiswa. Kehadiran AI mutlak diposisikan sebatas alat bantu (tools) untuk mengeksplorasi ide, mengelola data, menyempurnakan gaya bahasa akademik, hingga mendukung pemrosesan analisis data.

​“Mahasiswa tetap memegang peranan kunci. Kemampuan berpikir kritis, pemahaman metodologi yang kuat, verifikasi sumber data, serta penjagaan integritas akademik adalah hal mendasar yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” papar Prof. Ari di hadapan para peserta.

​Sementara itu, Dekan FEB Unisma Malang, Afifudin, SE., MSA., Ak., menegaskan bahwa forum ilmiah ini diselenggarakan untuk memberikan pencerahan sekaligus amunisi baru bagi para mahasiswa dalam menuntaskan masa studinya.

​“Kegiatan ini diharapkan memberikan pencerahan dan penguatan dalam penguasaan metodologi bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir, baik melalui jalur skripsi maupun jalur jurnal. Sistematika penulisan tidak berubah, namun tools yang digunakan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, mahasiswa perlu mengikuti perkembangan dan memanfaatkan tools secara tepat,” ujar Afifudin, Jumat (14/8/2026).

Foto BeritaJatim.com
Foto bersama setelah sesi FGD (Foto: Istimewa)

​Afifudin menambahkan, ekskalasi teknologi saat ini memaksa insan perguruan tinggi untuk selalu adaptif. Penguasaan teknologi canggih seperti AI harus senantiasa berjalan beriringan dengan kedalaman keilmuan, kesetiaan pada metodologi, etika akademis, dan integritas yang kokoh.

Tak berhenti pada kuliah tamu, FEB Unisma juga menggelar FGD Kurikulum yang difokuskan pada perancangan kurikulum berstandar internasional. Diskusi ini turut memetakan peluang kolaborasi antarprogram studi demi menghasilkan lulusan yang relevan dengan dinamika industri global.

“​FGD kami secara khusus menjembatani keterhubungan strategis antara Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syariah di lingkup FEB Unisma. Ada empat pilar utama yang disorot, yakni digital trade, smart logistics, halal value chain, dan data-driven finance,” kata Dekan FEB Unisma.

​Menurut Afifudin, keempat ranah tersebut dipandang sangat krusial mengingat arus transformasi bisnis dan lanskap industri keuangan dunia kini bergerak sangat cepat ke arah digitalisasi yang terintegrasi secara global. Melalui revitalisasi kurikulum ini, lulusan FEB Unisma ditargetkan tak cuma menguasai teori dasar, namun juga memiliki kecakapan lintas disiplin, literasi digital tinggi, pemahaman bisnis global, serta kelincahan beradaptasi.

​Pada kesempatan yang sama, Prof. Ari Warokka turut mendorong FEB Unisma untuk terus memperluas jejaring internasional. Menurutnya, kolaborasi akademik lintas negara dapat diwujudkan dalam pelbagai program konkret, seperti riset bersama (joint research), publikasi ilmiah bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penyusunan program akademik berorientasi global.

​Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen FEB Unisma Malang untuk mewujudkan world class faculty. Kehadiran pakar mancanegara memberikan pengalaman belajar dengan perspektif global secara langsung bagi seluruh sivitas akademika.

“Kami berharap hasil dari FGD dan Visiting Lecture ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan segera terealisasi dalam aksi nyata kolaborasi riset dan akademik berkelanjutan antara Unisma Malang dan Tongmyong University Busan,” tutup Dekan FEB Unisma. (dan/aje)

 


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.