Produk UMKM Madiun Masuk Alfamart, Besok Dibuka Kurasi Produk Baru

0

Madiun (beritajatim.com) — Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Madiun mulai mendapat ruang di jaringan ritel modern. Hingga kini, sebanyak 13 produk UMKM lokal telah dipajang di gerai Alfamart di Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, masuknya produk lokal ke jaringan ritel modern menjadi salah satu peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas produknya.

Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga harus memenuhi standar pasar modern, baik dari sisi kualitas, kemasan maupun kemampuan memenuhi permintaan.

“UMKM kita harus terus kita dorong supaya naik kelas. Ketika bisa masuk ke ritel modern, tentu standar produknya juga harus mengikuti,” ujar Hari Wuryanto usai peresmian Grand Opening Alfamart Alun-Alun Utara Madiun, Senin (28/9/2026).

Corporate Affair Alfamart Yuli Hartono mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan kurasi terhadap produk UMKM Kabupaten Madiun. Kurasi tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa (29/9/2026), dengan sejumlah aspek yang menjadi penilaian.

“Kita akan lihat dari sisi kemasannya, kemudian kemampuan suplainya dan lain-lain,” kata Yuli.

Saat ini, kata Yuli, ada 13 produk UMKM Kabupaten Madiun yang telah dipajang di gerai Alfamart. Selain itu, masih terdapat sejumlah produk lain yang sedang masuk ke platform digital Alfamart.

Yuli berharap semakin banyak produk lokal yang lolos kurasi dan dapat masuk ke jaringan Alfamart. Bahkan, peluang pemasaran tidak hanya terbatas di wilayah Madiun.

“Harapan kita tidak hanya sekadar di Madiun saja. Kalau UMKM nanti bisa jauh lebih berkembang, bisa naik kelas, bisa menjadi jalur kami yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Dari sisi transaksi, Yuli menyebut terdapat produk UMKM yang mencatat nilai penjualan lebih dari Rp20 juta hingga Rp30 juta. Namun, angka tersebut merupakan transaksi per produk dan bukan akumulasi seluruh UMKM Kabupaten Madiun.

“Kalau total kita masih belum bisa angka akumulasi secara keseluruhan, karena ada beberapa proses yang memang tergantung sama warganya sendiri. UMKM itu langsung kirim ke toko, bukan lewat distribusi kami,” ungkapnya.

Hari menambahkan, Pemkab Madiun akan terus melakukan pendampingan agar pelaku UMKM mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Pemkab juga mendorong agar produk UMKM lokal tidak hanya bertahan di pasar daerah, tetapi mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas melalui jaringan ritel modern.

“Yang kita harapkan tentu produk-produk UMKM kita semakin dikenal, pasarnya semakin luas dan pelakunya semakin naik kelas,” tandas Hari. (rbr/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.